Indonesia University of Education
UniversityBandung, Indonesia
Research output, citation impact, and the most-cited recent papers from Indonesia University of Education (Indonesia). Aggregated across the NobleBlocks index of 300M+ scholarly works.
Top-cited papers from Indonesia University of Education
Fourier Transform Infrared (FTIR) has been developed as a tool for the simultaneous and quantitative determination of organic components, including chemical bond, as well as organic content (e.g. protein, carbohydrate and lipid). However, until now, there is no further information for the detailed information in the FTIR peaks. The objective of this study was to demonstrate how to read and assess chemical bond and structure in the organic material. The analysis was then compared with the literatures. The step-by-step method on how to read the FTIR data was presented, including reviewing simple to the complex organic materials. This study is potential to be used as a standard information on how to read FTIR peaks in the biochemical and organic materials.
This study explores the perceptions of primary school teachers of online learning in a program developed in Indonesia called School from Home during the COVID-19 Pandemic. Data were collected through surveys and semi-structured interviews with 67 class teachers in primary schools. Data analysis used thematic analysis of qualitative data. The analysis results found four main themes, namely, instructional strategies, challenges, support, and motivation of teachers. This research contributes to the literature of online collaborative learning between teachers, parents, and schools that impact student success. Broadly, the success of online learning in Indonesia during the COVID-19 Pandemic was determined by the readiness of technology in line with the national humanist curriculum, support and collaboration from all stakeholders, including government, schools, teachers, parents and the community.
Abad 21 berpusat pada perkembangan Era Revolusi Industri 4.0 yang mengedepankan pengetahuan sebagai tombak utama. Namun, dengan pengetahuan saja tidak cukup untuk mewujudkan Era Revolusi Industri 4.0, karena perlu adanya keseimbangan antara pengetahuan dengan keterampilan sebagai dasar dari sumber daya manusia yang berkualitas pada perkembangan zaman. Mengasah keterampilan melalui pembiasaan diri dan pemenuhan kebutuhan hidup dalam berbagai macam hal yang didasari oleh pengetahuan. Pembelajaran abad ke 21 diharapkan dapat membuka lebih lebar kesempatan kerja dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia sebagai sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul. Untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, maka dibutuhkan tenaga pendidik yang siap mengajar dan mendidik melalui pembelajaran abad 21 yang tentunya diharuskan relevan dengan perkembangan Era Revolusi Industri 4.0. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keterampilan belajar yang akan dibutuhkan pada pembelajaran abad 21, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan berupa studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran abad 21 berorientasikan kepada kegiatan untuk melatih keterampilan peserta didik dengan mengarah pada proses pembelajaran. Pembelajaran abad 21 berfokus pada student center dengan tujuan untuk memberikan peserta didik keterampilan berpikir diantara lain: (1) berpikir kritis, (2) memecahkan masalah, (3) metakognisi, (4) berkomunikasi, (5) berkolaborasi, (6) inovasi dan kreatif, (7) literasi informasi. Oleh sebab itu diharapkan pendidikan dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dalam bidang teknologi informasi dan juga aspek kemanusiaan karena pembelajaran abad 21 lebih mengintegrasikan terhadap pengetahuan dan keterampilan.
Ammonia is considered to be a potential medium for hydrogen storage, facilitating CO2-free energy systems in the future. Its high volumetric hydrogen density, low storage pressure and stability for long-term storage are among the beneficial characteristics of ammonia for hydrogen storage. Furthermore, ammonia is also considered safe due to its high auto ignition temperature, low condensation pressure and lower gas density than air. Ammonia can be produced from many different types of primary energy sources, including renewables, fossil fuels and surplus energy (especially surplus electricity from the grid). In the utilization site, the energy from ammonia can be harvested directly as fuel or initially decomposed to hydrogen for many options of hydrogen utilization. This review describes several potential technologies, in current conditions and in the future, for ammonia production, storage and utilization. Ammonia production includes the currently adopted Haber–Bosch, electrochemical and thermochemical cycle processes. Furthermore, in this study, the utilization of ammonia is focused mainly on the possible direct utilization of ammonia due to its higher total energy efficiency, covering the internal combustion engine, combustion for gas turbines and the direct ammonia fuel cell. Ammonia decomposition is also described, in order to give a glance at its progress and problems. Finally, challenges and recommendations are also given toward the further development of the utilization of ammonia for hydrogen storage.
Learning outcomes are influenced by many factors; among others are students’ learning interest and motivation. This article discusses the findings of a study on the impacts of students’ learning interest and motivation on learning outcomes in the subject of office equipment management at a private vocational high school in Bandung Regency. The study adopted explanatory survey method, where data were gathered using Likert scale questionnaire distributed to a population of 47 tenth grade students of the Office Administration Program. The findings show that learning interest and learning motivation had positive and significant effects on students’ learning outcomes, both simultaneously and partially. This article emphasizes the importance of learning interest and motivation to increase students’ learning outcomes. ABSTRAKHasil belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah minat dan motivasi belajar siswa. Artikel ini membahas hasil penelitian tentang pengaruh minat dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar pada mata pelajaran mengelola peralatan kantor di sebuah SMK swasta di Kabupaten Bandung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode explanatory survey, dimana data dikumpulkan dengan menggunakan angket model likert scale yang diberikan kepada populasi sejumlah 47 orang siswa kelas X program Administrasi Perkantoran. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan dari minat belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa baik secara simultan maupun parsial. Artikel ini menekankan pentingnya kedua variabel tersebut dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa.
Data dan informasi berbeda tetapi konsepnya saling berhubungan. Data adalah material mentah dari informasi yang dihasilkan. Informasi formal dibedakan dari informasi informal merupakan hasil legitimasi dari suatu sistem informasi. Suatu sistem adalah suatu himpunan objek-objek dan hubungan antar objek-objek itu yang disusun untuk suatu tujuan bersama. Sistem Informasi dapat merupakan gagasan dari suatu deretan berkas yang dibuat menyatakan sumber terstruktur atau didesain dan alasan atau tuntutan untuk struktur ini. Perkembangan atau modifikasi dari sistem informasi sering diistilahkan sebagai suatu projek. Projek dapat ditelaah sebagai lingkaran kehidupan, yang dalam kasus sistem informasi, dapat dibagi ke dalam empat fase
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memperoleh informasi tentang penerapan kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan subjek tentang situasi dan data yang diperoleh selama pengamatan dan pertanyaan sehingga menjadi informasi yang berguna dan mudah dipahami oleh pembaca. Penelitian ini menjelaskan dan memberi gambaran mengenai implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kurikulum di sekolah penggerak telah dilaksanakan dengan optimal dan sedang berlangsung, walaupun dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan dan hambatan. Kunci keberhasilan dari adanya penerapan kurikulum di sekolah penggerak adalah dari kepala sekolah dan guru-gurunya harus memiliki kemauan untuk melakukan perubahan. Kepala sekolah selaku pemimpin harus dapat merubah mindset Sumber Daya Manusia yang ada di sekolah tersebut untuk mau melakukan perubahan sehingga kurikulum merdeka dapat diterapkan.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya hasil belajar siswa. Hal ini ditandai dengan perolehan hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket model rating scale. Sampel penelitian adalah 58 siswa Kelas X Administrasi Perkantoran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi. Indikator yang digunakan untuk mengukur minat belajar adalah ketertarikan untuk belajar, perhatian dalam belajar, motivasi belajar dan pengetahuan. Berdasarkan analisis regresi, diperoleh hasil bahwa minat belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dapat ditingkatkan melalui peningkatan minat belajar siswa. Artinya semakin baik minat belajar siswa akan berdampak pada hasil belajar siswa yang semakin baik.Kata Kunci: minat belajar, hasil belajar siswaLEARNING INTEREST AS DETERMINANT STUDENT LEARNING OUTCOMESThe problem in this research is not optimal student learning outcomes. It is characterized by the acquisition of learning outcomes of students who have not reached the Minimum Completeness Criteria (KKM) in school. This study aims to determine the effect of learning interest on student learning outcomes. The method used in this research was survey method with data collection using a questionnaire rating scale models. Samples were 58 students of class X of Office Administration Vocational High School (SMK) in Bandung. The approach used is a quantitative approach to data analysis techniques using regression analysis. The indicator used to measure learning interest is an interest in learning, attention to learning, motivation to learn and knowledge. Based on regression analysis, the result that learning interest has a significant impact on learning outcomes. It can be concluded that student learning outcomes can be improved through increased student learning interest. Means the better the interest of student learning will have an impact on student learning outcomes for the better.Keywords: learning interest, student learning outcome
Human spatial behavior has been the focus of hundreds of previous research studies. However, the conclusions and generalizability of previous studies on interpersonal distance preferences were limited by some important methodological and sampling issues. The objective of the present study was to compare preferred interpersonal distances across the world and to overcome the problems observed in previous studies. We present an extensive analysis of interpersonal distances over a large data set ( N = 8,943 participants from 42 countries). We attempted to relate the preferred social, personal, and intimate distances observed in each country to a set of individual characteristics of the participants, and some attributes of their cultures. Our study indicates that individual characteristics (age and gender) influence interpersonal space preferences and that some variation in results can be explained by temperature in a given region. We also present objective values of preferred interpersonal distances in different regions, which might be used as a reference data point in future studies.
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran apa saja yang dirasakan orang tua selama mendampingi anak di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan studi kasus melalui wawancara dengan analisis tematik pada 3 Ayah dan 6 Ibu. Hasil menunjukkan bahwa secara umum peran yang muncul adalah sebagai pembimbing, pendidik, penjaga, pengembang dan pengawas. Secara khusus peran yang muncul yaitu: menjaga dan memastikan anak untuk menerapkan hidup bersih dan sehat, mendampingi anak dalam mengerjakan tugas sekolah, melakukan kegiatan bersama selama di rumah, menciptakan lingkungan yang nyaman untuk anak, menjalin komunikasi yang intens dengan anak, bermain bersama anak, menjadi role model bagi anak, memberikan pengawasan pada anggota keluarga, menafkahi dan memenuhi kebutuhan keluarga, dan membimbing dan memotivasi anak, memberikan edukasi, memelihara nilai keagamaan, melakukan variasi dan inovasi kegiatan di rumah. Diperlukan panduan bagi orang tua dalam membantu mendampingi kegiatan anak yang berbasis pada kebutuhan anak selama pandemi dan BDR.
This study aimed to determine the influence of learning motivation on student learning outcome. The research method used explanatory survey. Data collection technique used questionnaire rating scale models. Respondents are 106 students of vocational high school in Bandung. Data were analyzed using regression. The results of the study revealed that learning motivation a positive and significant influence on student learning outcome . Therefore, the student learning outcomes can be improved through improving the student learning motivation.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian menggunakan explanatory survey. Teknik pengumpulan data menggunakan angket model rating scale. Responden adalah 106 siswa di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan swasta di Kota Bandung. Teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu, hasil belajar siswa dapat ditingkatkan melalui peningkatan motivasi belajar siswa.
The article aimed to explain in detail the perspectives of elementary school teachers about online learning in a COVID-19 pandemic condition. This study used a quantitative approach. The subjects in this study were 45 teachers in Banten and West Java. The results of this study indicated that teachers understand the context of online learning, but in implementation there are various problems found, including 1) availability of facilities, 2) network and internet usage, 3) planning, implementation, and evaluation of learning, and 4) collaboration with parents. Online learning help teachers in the COVID-19 pandemic period, but felt to be ineffective, even 80% of teachers feel dissatisfied thorough online learning. This research was expected to be an evaluation material for various parties including education policy makers in conducting online learning, besides this research can also facilitate other researchers to develop research on online learning, especially in elementary schools. Keywords: Online Learning, COVID-19 Pandemic, COVID-19
Dalam pembelajaran Abad 21 ini sangat populer dengan membawa perubahan yaitu pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang mengakibatkan perubahan paradigma pembelajaran yang ditandai dengan perubahan kurikulum, media, dan teknologi. Karena pada dasarnya pembelajaran abad 21 adalah implikasi dari perkembangan masyarakat dari masa ke masa. Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat berkembang dari masyarakat primitif ke masyarakat agraris, selanjutnya ke masyarakat industri, dan sekarang bergeser ke arah masyarakat informatif. Masyarakat informatif ditandai dengan berkembangnya digitalisasi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui penerapan inovasi pembelajaran pada abad ke 21. Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian Pustaka. Hasil dari penelitian, bahwa pendidikan abad 21 merupakan proses mengembangkan dan memberdayakan seluruh potensi peserta didik untuk membentuk karakter yang lebih baik. Ada berbagai inovasi pembelajaran abad 21 yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di Indonesia. Salah satunya yaitu penerapan Model Blended Learning (MBL) yang sangat sesuai untuk menghadapi tantangan di Indonesia dalam Abad ke 21 dan menyiapkan lingkungan belajar untuk tercapainya kompetensi abad 21. Selain itu, perubahan yang terjadi pada masyarakat dunia kearah digitalisasi ini memaksa proses pembelajaran di sekolah-sekolah mengikuti perkembangan teknologi. Guru dan siswa dituntut melek teknologi digital.
Learning media is one component in the learning process. Learning media is a tool that can help teachers convey learning material so that children can have an interest and interest in the learning material presented. It's just that in using learning media, teachers must be able to choose learning media that are appropriate to the material to be delivered and teachers must also adjust to the character of their students in choosing learning media. Some teachers still do not understand how important it is to use appropriate learning media so that learning does not feel monotonous and boring for students. Therefore, in this study the authors used the method of library research (library research) to examine how important appropriate instructional media is for the teaching and learning process in elementary schools. The results of the study state that appropriate learning media is very important in supporting student learning. Selection of appropriate learning can help students to understand the learning material delivered by the teacher. Learning media can provide concrete experience and as an intermediary that helps student learning.
X-Ray Diffraction (XRD) has been developed to analyze a crystal structure in the material. XRD is then improved for determining and identifying the presence of a compound, crystallinity, and crystal properties. XRD works by observing the ray refraction pattern as a result of the beam being refracted by a material that has an atomic arrangement in its crystal lattice. Until now, there is less information regarding detailed information on how to read the XRD spectrum and peak. This study aims to demonstrate how to calculate and interpret the crystallite size based on the XRD spectra. The step-by-step method in the calculation based on the XRD data is presented, which can help especially students and first-time users in understanding XRD results. This study is prospective to be used as standard information on how to read and interpret XRD spectra.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh gender siswa terhadap literasi sains melalui pembelajaran project based learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan science, technology, engineering, dan mathematics (STEM) pada tema pencemaran udara. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain The static Group Pretest-Posttest Design yang dilaksanakan di kelas VII SMP Islam Terpadu di kabupaten Sukabumi sebanyak 57 siswa yang terdiri dari kelas laki-laki (29 orang) dan kelas perempuan (28 orang). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes awal dan tes akhir untuk literasi sains dan angket siswa terhadap PjBL STEM. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh peningkatan literasi sains siswa kelompok laki-laki dan kelompok perempuan sama-sama mengalami peningkatan dengan rerata N_Gain yaitu 0,36 dan 0,31 pada kategori sedang untuk aspek pengetahuan dan kompetensi. Hasil uji-t menunjukkan bahwa peningkatan literasi sains kelas laki-laki dan kelas perempuan berbeda tidak signifikan. Pada aspek sikap sains, kelas perempuan berbeda signifikan dari kelas laki-laki. Tanggapan siswa secara keseluruhan menunjukkan hampir seluruh siswa menyatakan senang dengan pembelajaran PjBL STEM dan memperoleh pengalaman yang sangat berkesan mengikuti tahapan pembelajaran sehingga menimbulkan motivasi dan minat dalam belajar.Kata Kunci: project based learning; STEM; literasi sains; gender Implementation Project-Based Learning Integrated STEM to Improve Scientific Literacy Based on Gender AbstractThis study aims to investigate the influence of gender on the students' science literacy through project based learning (PjBL) integrated science, technology, engineering, and mathematics (STEM) approach for students junior high school. The theme used in this project was air pollution. The method used was pre-experimental design the static group pretest-posttest design and was implemented in grade VII of the Integrated Islamic school at Sukabumi. The subjects were 57 students divided into two, male group (N = 29) and female group (N = 28). The data collection was done by pretest and posttest for scientific literacy and students' responses to the PjBL STEM. Based on the result it were obtained that an average N_Gain of male group was 0.36 and was 0.31 for female group with medium category on knowledge and competence. T-test results showed that increasing scientific literacy male group and female of different classes do not signifikan. Attitude aspect of science, female group differ significantly from male group. The student responses showed almost all of the students agreed to the implementation of the PjBL STEM and gain great new experiences that stages of learning that lead to be interested and motivated in learning. Keywords: project-based learning, STEM, scientific literacy, gender
This study aims to explain in detail how the objective motivational conditions experienced by students in online learning during the Covid-19 pandemic. This study used a quantitative approach with a survey method. The study was conducted at Universitas Kuningan involving 80 sixth semester students in the Elementary School Teacher Education study program. Data collection techniques used in this study were survey technique with a Likert scale. Survey was made through google form so that it was easily accessible by students. The data analysis technique used in this study was calculating the percentage of data from each indicator, interpreting the data presentation score andthen analyzing each indicator in depth. The results of this study indicated that the learning motivation of sixth semester students of the elementary school teacher education program at Universitas Kuningan was very good, in which the percentage score of motivation reached 80.27%. This study is expected to be an evaluation of various parties in organizing online learning in higher education, especially those involving motivation in it. This research is also expected to be a study material for other researchers in analyzing and developing student learning motivation in online learning during emergencies in higher education.
Fourier transform infrared (FTIR) is one of the tools to represent molecular structure based on atomic vibration. It can denote a specific property of the chemical bond and molecular structure in the material, especially when analyzing specimens relating to plastics, polymers, and organic components. The FTIR peaks and spectrum act as a fingerprint of a specific molecular structure and chemical bonding, which need a sufficient reference database to distinguish them. This paper is to address issues of the need for a reference database of FTIR. This paper exhibits step-by-step information on how to read and interpret the FTIR spectra and identify a molecule's backbone with its functional groups. Practical examples from the analysis of several plastics/polymers and the thermally decomposing plastics/polymers were included to help and guide the reader to comprehend the basic concept of FTIR spectra.
Abstract In facing industry revolution 4.0, utilizing advanced information and computer technology in educational environment is crucial. One of the advanced computation technologies that can be used for learning, especially language learning, is chatbot. Chatbot is a computer program based on artificial intelligence that can carry out conversations through audio or text. This study intends to find out and analyze the types of artificial intelligence in the form of chatbots and the possibility of their use as language learning medium. The data in this study obtained from literature review on chatbot researches, and from observation results on chatbot -based language learning medium developed by the author. The results indicated that chatbots have a high potential to be used as a language learning medium, both as tutor in practicing language, and as independent learning medium. Moreover, research results revealed that language learners are interested in using chatbots because they can be used anytime and anywhere, and they are more confident in learning languages using chatbots than when dealing directly with human tutors.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi pembelajaran yang dibahas dalam program guru penggerak pada modul 2.1. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan konsep pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini adalah penelitian library research atau penelitian studi kepustakaan yang berasal dari sumber primer dari artikel, buku dan surat kabar elektronik. Hasil penelitian konseptual mengungkapkan bahwa terdapat tujuan pembelajaran berdiferensiasi adalah untuk mengkordinasikan pembelajaran dengan memperhatikan minat belajar, kesiapan belajar dan preferensi belajar; Membantu semua dalam belajar agar tujuan pembelajaran dapat dicapai oleh semua siswa; meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa; menjalin hubungan harmonis antara guru dan siswa agar siswa dapat lebih semangat dalam belajar; 4) membantu siswa menjadi pelajar yang mandiri agar menjadi individu yang terbiasa dan juga memiliki sikap menghargai terhadap keberagaman; meningkatkan kepuasan guru karena ada rasa tertantang untuk mau mengembangkan kemampuan mengajarnya sehingga guru akan menjadi lebih kreatif. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi memberikan kesempatan bagi siswa agar mampu belajar secara natural dan efiisien dengan guru yang mampu mengkolaborasikan metode dan pendekatan yang dibutuhkan.