NobleBlocks
Lambung Mangkurat University logo

Lambung Mangkurat University

UniversityBanjarmasin, Indonesia

Research output, citation impact, and the most-cited recent papers from Lambung Mangkurat University (Indonesia). Aggregated across the NobleBlocks index of 300M+ scholarly works.

Total works
23.7K
Citations
148.0K
h-index
108
i10-index
3.1K
Also known as
Lambung Mangkurat UniversityUniversitas Lambung Mangkurat

Top-cited papers from Lambung Mangkurat University

Implementasi Penilaian Pembelajaran Pada Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sejarah
Irfan Efendi, Melisa Prawitasari, Heri Susanto
2021· Prabayaksa Journal of History Education456doi:10.20527/prb.v1i1.3081

The 2013 curriculum as a complement to the previous curriculum has been running for almost seven years in education in Indonesia. The view of most teacher still does not heed the system according to the assessment in the 2013 Curriculum (K-13) guidebook. Teachers still think that the assessment is only on cognitive assessment, especially in history subjects. This study aims to describe the Implementation of learning Assessment in the 2013 Curriculum for History Subjects in Class XI IPS at SMA Negeri 2 Banjarmasin. This study also use qualitative methods in obtaining information starting from interviews, documentation, and observations collected as a source of research. There are two sources of research used in research, namely primary sources and secondary sources. The result pf this study before conducting classroom assessment, the teacher made a lesson plan (RPP). The implementation of the assessment carried out by the teacher is different from that in the lesson plans and in the implementation in the classroom. When implementing it in the classroom the teacher only uses two attitude assessment and skills assessment. The teacher’s obstacle in implementing this assessment it the number of students who are assessed in one class, as well as the view of teacher who still thinks that the assessment is only on results of students, not on the process of how students achieve it.

Studi Evaluatif Pembelajaran Sejarah Daring Pada Masa Pandemi Covid-19
‪Mohamad Zaenal Arifin Anis, Heri Susanto, Fathurrahman Fathurrahman
2021· Fajar Historia Jurnal Ilm Sejarah dan Pendidikan346doi:10.29408/fhs.v5i1.3358

Corona Virus Disease (COVID-19) was found to have entered Indonesia on March 2, 2020. This is because there were Indonesian citizens who were confirmed to be affected by the virus. Various aspects of human life have changed, including in the world of education. The central government then decided to take a policy to transfer face-to-face learning to online learning (online). This change is an alternative so that learning continues. However, schools with never implemented online learning, such as SMA Negeri 10 Banjarmasin are a new challenge. This study aims to determine how the online learning process in SMA Negeri 10 Banjarmasin and the effect of online learning on student learning outcomes at SMA Negeri 10 Banjarmasin. This study used a quantitative method with 90 people and a sample size of 73 people who were determined using a simple random sampling technique. Data collection was carried out using questionnaires and interviews. Meanwhile, the data analysis used paired sample t-test. Based on the research results, there was a decrease in students' learning outcomes during online learning. This is shown in the results obtained in t test result, which is 1.747 > 1,667, so it can be concluded that online learning is applied ineffective because there is a massive decrease in student learning outcomes.Corona Virus Disease (COVID-19) ditemukan masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020, hal ini dikarenakan adanya warga Indonesia yang terkonfirmasi terdampak virus tersebut. Berbagai aspek kehidupan manusia mengalami perubahan, tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Pemerintah pusat kemudian memutuskan untuk mengambil sebuah kebijakan berupa pengalihan pembelajaran secara tatap muka menjadi pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Perubahan ini merupakan alternatif agar pembelajaran tetap berjalan. Namun, bagi sekolah yang belum pernah menerapkan pembelajaran daring seperti di SMA Negeri 10 Banjarmasin menjadi tantangan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran daring di SMA Negeri 10 Banjarmasin dan pengaruh efektivitas pembelajaran daring terhadap hasil belajar peserta didik di SMA Negeri 10 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model komparatif, populasi berjumlah 90 orang dan jumlah sampel 73 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan wawancara. Sedangkan analisis data menggunakan paired sample t test. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat penurunan hasil belajar peserta didik pada saat pembelajaran daring yang ditunjukkan dengan hasil analisis mean. Hal tersebut diperkuat dengan hasil analasis uji t, maka diperoleh bahwa thitung yaitu 1.747 > ttabel 1,667, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara hasil belajar luring dengan hasil belajar daring.

Dinamika Pendidikan Dasar Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin (1986-2019)
Meika Nurul Wahidah, Herry Poda Nugroho Putro, Syaharuddin Syaharuddin, Melisa Prawitasari +2 more
2021· PAKIS (Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial)315doi:10.20527/pakis.v1i1.3186

The development of basic education (TK, SD, SMP) with the name "Sabilal Muhtadin" has a close relationship with the existence of the Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. The people of Banjarmasin seem interested in this Islamic-based education. The existence of Sabilal Muhtadin's education becomes important when people have a high enough interest. The purpose of this study is to describe the dynamics of Islamic Primary Education of Sabilal Muhtadin Banjarmasin from 1986 to 2019. This research uses historical methods, refers to primary sources, through interviews with existing educators, as well as documents related to research topics. Continued source criticism and interpretation until the historiography stage. The results of the study show that the Sabilal Muhtadin Islamic Primary Education in Banjarmasin which consists of TK-SD-SMP is part of the education unit under the management of the Sabilal Muhtadin Islamic Education Institute (LPI-SM) Banjarmasin. Kindergarten Islam Sabilal Muhtadin was founded in 1986, SD in 1989 and SMP in 1993, its existence had become the prima donna of its time, this condition has survived until now, however, the development of Islamic basic education Sabilal Muhtadin still has competitiveness and can continue to grow despite experiencing competition with other education based on integrated Islamic education.

The Role of Historical Science in Social Studies Learning Materials for Increasing Values of Student's Nationalism
Aida Afrina, Ersis Warmansyah Abbas, Heri Susanto
2021· The Innovation of Social Studies Journal311doi:10.20527/iis.v3i1.3769

Konsep utama materi pembelajaran IPS ini berkaitan dengan waktu, perubahan dan keberlanjutan. Ilmu sejarah memberikan ruang kisah kehidupan manusia di masa lampau, masa sekarang dan di masa yang akan datang yang hanya terjadi satu kali tanpa terulang kembali. Terbukti keadaan masa sekarang merupakan hasil dari proses perjalanan di masa lampau untuk menentukan masa yang akan datang dalam kehidupan manusia. Hasil penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan makna nilai-nilai materi ilmu sejarah terhadap kontribusi IPS yang mana mengandung nilai nasionalisme yang berperan untuk menumbuhkan karakter peserta didik. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur. Strategi pencarian data dengan penelusuran buku, ebook, dan jurnal melalui google scholar. Penelusuran data pada google scholar menggunakan kata kunci melalui pencarian jurnal penelitian yang dipublikasikan di internet baik jurnal, buku atau ebook. Hal ini terlihat adanya kontribusi dari ilmu sejarah yang memberikan sumbangsih terhadap Pendidikan IPS yang mana memiliki keterkaitan secara historis. Pentingnya mempelajari materi pembelajaran IPS yang didalamnya juga mengandung konsep ilmu sejarah maka secara tidak langsung peserta didik dapat memahami makna nilai nasionalisme pada peserta didik di sekolah. Sehingga berbagai materi ajar IPS berkaitan dengan kesejarahan memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar dan mengandung makna nilai-nilai yang ada pada ilmu sejarah yakni nilai nasionalisme sehingga peserta didik mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE SMARTPHONE SEBAGAI MEDIA PENGENALAN SEJARAH LOKAL MASA REVOLUSI FISIK DI KALIMANTAN SELATAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Heri Susanto, Helmi Akmal
2018· ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam276doi:10.24127/hj.v6i2.1425

This study aims to examine the effectiveness of a learning application that is accessed through mobile smartphones as a medium of introduction of local history during the physical revolution in South Kalimantan. Quantitative method was used with pre-experimental one-group pretest-posttest design in which the researchers tested the effectiveness of the media by comparing the students' understanding before and after being treated. The subjects of the study were students of class XI IPS SMAN 7 Banjarmasin consisting of two classes with a population of 57 people. The sample of this research was 25 students taken from population using sample random sampling technique. The research instrument used in the form of multiple choice test with the number of 25 items. Instrument validity was tested through product moment correlation, while its reliability was tested using alpha cronbach formula. The analysis technique used was paired sample t test with hypothesis H0 = no increase of pretest result to posttest after treatment, and H1 = increase of pretest result to posttest after given treatment. The results showed that after being treated using instructional media application, students' posttest score was greater than pretest with mean posttest (76,80)> pretest (56,32). Through the statistical calculation known that -thitung (-11,058) <-ttabel (-2,064) with a strong and positive correlation of 0.729 which means H1 accepted so that it can be said to occur increased understanding of students after using the application of learning. Based on the results of the study, it was concluded that the application of mobile smartphone-based learning is effectively used as a medium of introduction of local history of physical revolution in South Kalimantan in the students of class XI IPS SMA Negeri 7 Banjarmasin

Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP dalam Pembelajaran Menggunakan Model Penemuan Terbimbing (Discovery Learning)
Siti Mawaddah, Ratih Maryanti
2016· EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika212doi:10.20527/edumat.v4i1.2292

. Salah satu tujuan pembelajaran matematika di SMP adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep matematika. Penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dalam proses pembelajaran matematika merupakan salah satu alternatif pemilihan model yang dapat menambah kemampuan pemahaman konsep serta mendapat respon positif dari siswa. Model pembelajaran penemuan terbimbing berakhir dengan proses siswa menemukan konsep materi yang dipelajari dan menyimpulkan sendiri temuannya berdasarkan kemampuan pemahamannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika dan respon siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 17 Banjarmasin yang berjumlah 29 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, tes dan angket. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistika deskriptif yaitu: mean (rata-rata) dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning) secara keseluruhan berada pada kategori baik dan respon siswa cenderung setuju terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model penemuan terbimbing (discovery learning)

METODOLOGI NORMATIF DAN EMPIRIS DALAM PERSPEKTIF ILMU HUKUM
Yati Nurhayati, Ifrani Ifrani, M.Yasir Said
2021· Jurnal Penegakan Hukum Indonesia193doi:10.51749/jphi.v2i1.14

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik metode penelitian hukum normatif serta empiris dan kapan penggunaanya dalam sebuah penelitian hukum. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian normatif, metode ini dipilih karena obyek kajian penelitian adalah mengenai asas dan prinsip hukum, kaidah hukum, teori dan doktrin hukum dari para ahli hukum. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penelitian normatif (doktrinal), yaitu penelitian terhadap hukum yang dikonsepkan dan dikembangkan atas dasar doktrin. Metode ini dimaknai sebagai penelitian hukum dalam tataran norma, kaidah, asas-asas, teori, filosofi, dan aturan hukum guna mencari solusi atau jawaban atas permasalahan baik dalam bentuk kekosongan hukum, konflik norma, atau kekaburan norma. Sedangkan Penelitian hukum empiris merupakan penelitian berkarakteristik non-doktrinal yang dilakukan melalui penelitian lapangan. Dalam penelitian ini dikumpulkan data yang kemudian diolah sesuai dengan teknik analisis yang dipakai yang dituangkan dalam bentuk deskriptif guna memperoleh keadaan sebenarnya dari hukum sebagai kenyataan sosial.

Reforming mathematics learning in Indonesian classrooms through RME
Robert K. Sembiring, Sutarto Hadi, Maarten Dolk
2008· ZDM172doi:10.1007/s11858-008-0125-9

This paper reports an experimental study on the development of exemplary curriculum materials for the teaching of fractions in Indonesian primary schools. The study’s context is the current reform movement adopting realistic mathematics education (RME) theory, known as Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), and it looked at the role of design research in supporting the dissemination of PMRI. The study was carried out in two cycles of teaching experiments in two primary schools. The findings of the design research signified the importance of collaboration between mathematics educators and teachers in developing RME curriculum materials. The availability of RME curriculum materials is an important component in the success of the PMRI movement, particularly in supporting students and teachers in activity-based mathematics learning. Most of the students and teachers in the two schools positively appraised teaching and learning with the developed materials. Since the teachers were actively involved in developing the materials, they felt a sense of ownership and recognised that their students’ classroom experiences of the materials helped them avoid standard difficulties. That appears to be a particular benefit of the bottom-up approach characteristic of the PMRI movement.

Effects of clay mineralogy and hydrous iron oxides on labile organic carbon stabilisation
Akhmad Rizalli Saidy, Ronald J. Smernik, Jeff Baldock, Klaus Kaiser +2 more
2012· Geoderma157doi:10.1016/j.geoderma.2011.12.030

Stabilisation of soil organic carbon (SOC) is known to be affected by chemical adsorption of organic carbon onto clay minerals and iron or aluminium hydrous-oxides. However, little information is available on the relative effects of different clay minerals in the presence or absence of different hydrous oxides. We examined organic carbon stabilisation in an incubation experiment involving kaolinitic, illitic and smectitic clays with and without added goethite. The effect of adding hydrous iron (Fe) oxides (goethite, haematite, ferrihydrite) or imogolite to illitic clay only was studied in another experiment. Carbon (C) mineralisation, measured continuously over a 144-day incubation, was significantly influenced by clay mineralogy, with higher rates observed in the presence of the kaolinitic than the illitic or smectitic clays. The presence of goethite reduced C mineralisation in kaolinitic clay treatments but did not affect C mineralisation for illitic and smectitic clay treatments. With regard to the influence of different hydrous oxides, only addition of ferrihydrite to illitic clay reduced C mineralisation. The dynamics of C mineralisation over the course of the incubation were also studied; a two-pool model consisting of slowly and rapidly decomposing C pools provided a better fit than did a one-pool model. We introduce a novel approach to a problem associated with such two-pool fits: identifying when the incubation is long enough for the fitted variables to be reliable. Based on an analysis of two-pool model variables, we identified that SOC stabilisation in our systems was brought about by a decrease in the size of decomposable pools rather than a decrease in the rates of decomposition of either pool. This implies that on sorption, a portion of the organic matter is strongly protected from decomposition.

SISI ABU-ABU KAUSALITAS DAN EVALUASINYA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
‪Mohamad Zaenal Arifin Anis, Sriwati Sriwati, Fitri Mardiani
2020· Jurnal Socius156doi:10.20527/jurnalsocius.v9i2.9317

The development of historical science in exploring the causes of historical phenomena or causality with monocausal and multicausal approaches has progressed rapidly. However, it is inversely proportional to the study of history which still often explains historical causality with a single one (monocausality) or a centric logo without a scientific approach with a cognitive assessment only. Whereas the causes of history can be explained by the approach of a science (monocausality) and various (multi causality) with a multidimensional approach. The purpose of this study is to provide an alternative for teachers who teach history so that students can analyze various historical causality so that they are not only able to think critically but also be creative and adults so they can get used to the differences. Likewise, the assessment must be directed towards authentic assessment that can bring students to be creative and mature so that they are familiar with differences. The source of this study is through literature studies. The results of the writing are an alternative for history teachers so that students are accustomed to analyzing causality in seeing historical phenomena both mono under the demands of the 2013 curriculum.

Hubungan Karakteristik Individu dengan Pengetahuan tentang Pencegahan Coronavirus Disease 2019 pada Masyarakat di Kalimantan Selatan
Anggun Wulandari, Fauzie Rahman, Nita Pujianti, Ayu Riana Sari +4 more
2020· Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia150doi:10.26714/jkmi.15.1.2020.42-46

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini menjadi permasalahan dunia yang serius dengan jumlah kasusnya yang selalu mengalami peningkatan setiap harinya. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat Kalimantan Selatan tentang pencegahan Covid-19 beserta faktor karakteristik individu. Metode: Desain cross sectional dengan sampel berjumlah 1190 orang yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner google form. Hasil: Dari 1190 masyarakat yang menjadi responden merupakan masyarakat dengan kategori umur remaja yaitu sebesar 93,7%, status pekerjaan tidak bekerja sebesar 77,2%, berjenis kelamin perempuan sebesar 66,3%, posisi dalam keluarga sebagai anggota rumah tangga yaitu sebesar 97,8%, dan mempunyai pengetahuan yang baik tentang pencegahan Covid-19 sebesar 69,2%. Hasil uji chi square menunjukan nilai p antara umur, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19 adalah 0,386, 0,013, 0,428, 0,515, dan 0,999. Kesimpulan: Umur, pendidikan, status pekerjaan dan posisi dalam keluarga dengan tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19. Namun, jenis kelamin memiliki hubungan dengan pengetahuan tentang pencegahan Covid-19.

INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN MELALUI AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Bambang Subiyakto, Mutiani Mutiani
2019· Khazanah Jurnal Studi Islam dan Humaniora147doi:10.18592/khazanah.v17i1.2885

The research purposes are to describe what educational value is in the lives of the Banjar community in Sungai Rangas Ulu village, Kabupaten Banjar; and to describe the contribution of the educational values of the life of the Banjar community in the Sungai Rangas Ulu village, Kabupaten Banjar, as a source of social sciences learning at junior high school. A qualitative approach is used in this research. The technique of collecting the data are interview, observation and documentation. Data analysis starts from the reduction, presentation, and verification of data. The results shows that the dominance of parents in rural communities seems so clear that makes people feel dependent on the presence of parents or elders in the community. Parents are used as role models for community life. Moreover, educational values that arise from life, namely; religious, ethical and social. The form is in the form of; Religious; dominant religious activity, Ethics; inheritance of cultural values from generation to generation, and Social; manifestation of harmonious relations between owners and cultivators of agricultural land. The contribution of educational values and social cciences learning resources is an integrated form of educational value and Social Sciences learning. The resources of Social Sciences learning must be seen as a unified whole in a learning process. Thus, they are practical and effective in the soul and human actions and objectively institutionalize in society.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai pendidikan dalam kehidupan masyarakat Banjar di Desa Sungai Rangas Ulu Kabupaten Banjar, dan menggambarkan kontribusi nilai-nilai pendidikan dari kehidupan masyarakat Banjar di Desa Sungai Rangas Ulu Banjar sebagai sumber belajar IPS di SMP. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi; wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari reduksi, presentasi, dan verifikasi data. Hasil penelitian menggambarkan dominasi orang tua di masyarakat pedesaan tampak begitu jelas sehingga membuat orang merasa tergantung pada kehadiran orang tua atau orang tua di masyarakat. Orang tua digunakan sebagai panutan bagi kehidupan masyarakat. Nilai-nilai pendidikan yang muncul dari kehidupan, yaitu; agama, etis, dan sosial. Bentuknya dalam bentuk; Agama; aktivitas keagamaan yang dominan, Etika; pewarisan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi, dan Sosial; manifestasi hubungan yang harmonis antara pemilik dan penggarap lahan pertanian. Kontribusi nilai-nilai pendidikan dan sumber belajar pembelajaran sosial adalah suatu bentuk integrasi nilai pendidikan dalam pembelajaran sosial. Sumber belajar pembelajaran sosial harus dilihat sebagai kesatuan yang utuh dalam proses pembelajaran. Sebagai kesimpulan, sumber belajar pembelajaran sosial praktis dan efektif dalam jiwa dan tindakan manusia dan secara objektif dilembagakan dalam masyarakat.

Metode Pemecahan Masalah Menurut Polya untuk Mengembangkan Kemampuan Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematis di Sekolah Menengah Pertama
Sutarto Hadi, Radiyatul Radiyatul
2014· EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika146doi:10.20527/edumat.v2i1.603

Pemecahan masalah merupakan bagian dari pembelajaran matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki. Salah satu metode pemecahan masalah adalah dengan menggunakan metode pemecahan masalah menurut Polya. Ada 4 langkah fase penyelesaian masalah menurut Polya yaitu memahami masalah, membuat rencana pemecahan masalah, melakukan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan pemecahan masalah siswa dan mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan metode pemecahan masalah menurut Polya. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banjarmasin. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, yaitu mengambil 1 kelas secara acak sebagai kelas eksperimen yaitu kelas VIII-B. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa lebih tinggi pada tiap pertemuan dan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pemecahan masalah menurut Polya berada pada kualifikasi amat baik. Berdasarkan uji statistik menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah siswa pertemuan pertama dengan pertemuan kelima dan terdapat perbedaan yang signifikan juga dari hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan metode pemecahan masalah menurut Polya. Kata kunci: metode pemecahan masalah, Polya, pemecahan masalah, hasil belajar

Evaluasi Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Sejarah Proklamasi Berbasis Android
Heri Susanto, Jamaludin Jamaludin, Melisa Prawitasari
2023· ANDHARUPA Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia138doi:10.33633/andharupa.v9i01.7054

AbstrakKemajuan teknologi menuntut guru untuk menciptakan inovasi saat melaksanakan proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran daring yang menjadi alternatif pembelajaran selama pandemi covid-19 memberikan tantangan baru bagi guru dalam menyampaikan materi dengan baik. Salah satu mata pelajaran yang memerlukan perhatian khusus dalam menyampaikan materi dimasa pandemi adalah pelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran sejarah berbasis android offline. Perancangan aplikasi ini bertujuan untuk mengemas materi sejarah proklamasi secara kronologis sehingga menjadi media pembelajaran yang mampu memberikan daya tarik terhadap peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Aplikasi pembelajaran dirancang menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), namun tahapan dalam penelitian ini dibatasi hanya sampai implementasi. Pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media dan lembar validasi parktisi pembelajaran. Penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan teknologi menuntut guru untuk lebih inovatif dalam menggunakan media belajar serta pembelajaran daring yang berfokus pada kemandirian peserta didik memerlukan media yang mampu digunakan tanpa batasan waktu dan tempat khususnya pada pelajaran sejarah. Aplikasi pembelajaran yang dirancang dinyatakan sangat layak berdasarkan penilaian Ahli Media sebesar 3.60, Ahli Materi sebesar 3.31 dan Praktisi Pembelajaran sebesar sebesar 3.17 dengan rata-rata nilai 3,36 serta persentase sebesar 83,6%. Kata Kunci: android, aplikasi, pembelajaran sejarah, proklamasi AbstractTechnological advances require teachers to create innovations when carrying out the learning process. Online learning, an alternative to learning during the COVID-19 pandemic, provides new challenges for teachers in delivering material well. One subject requiring special attention in delivering material during a pandemic is history lessons. This study aims to develop an offline android-based history learning application. The design of this application aims to package the material of the proclamation history in chronological order so that it becomes a learning medium that can provide an attraction for students in learning history. The learning application is designed using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The stages in this research are limited to implementation. The data collection used is a material expert validation sheet, a media expert validation sheet, and a learning participant validation sheet. This study shows that technological developments require teachers to be more innovative in using learning media and online learning that focuses on students’ independence requires media that can be used without the time and place restrictions, especially in history lessons. The learning application design was declared very feasible based on the assessment of Media Experts of 3.60, Material Experts of 3.31, and Learning Practitioners of 3.17, with an average value of 3.36 and a percentage of 83.6%. Keywords: android, application, learning media, proclamation

Identification and quantification of flavonoids in Carica papaya leaf and peroxynitrite-scavenging activity
Agung Nugroho, Hesty Heryani, Jae Sue Choi, Hee-Juhn Park
2016· Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine137doi:10.1016/j.apjtb.2016.12.009

Objective: To characterize the types, contents, and peroxynitrite-scavenging activities of flavonoids in the leaf of Carica papaya (C. papaya). Methods: Chromatographic and spectroscopic techniques along with high performance liquid chromatography quantitative analysis and peroxynitrite-scavenging assay were performed to isolate and quantify flavonoid compounds in the flavonoid-rich fraction (BuOH fraction) derived from MeOH extract of C. papaya leaves and evaluate their peroxynitrite-scavenging activities. Results: Seven flavonoids were isolated from the leaves of C. papaya, including quercetin 3-(2G-rhamnosylrutinoside), kaempferol 3-(2G-rhamnosylrutinoside), quercetin 3-rutinoside, myricetin 3-rhamnoside, kaempferol 3-rutinoside, quercetin, and kaempferol. All of the substances exhibited potent activities on peroxynitrite scavenging (IC50 ≤ 4.15 μmol/L), which were stronger than the positive control, l-penicillamine (6.90 μmol/L). The content of kaempferol 3-(2G-rhamnosylrutinoside) was significantly higher than other identified compounds (123.18 mg/g BuOH fraction and 7.23 mg/g MeOH extract). Conclusions: The results of the present study demonstrate the potent antioxidant flavonoids of C. papaya leaf, with kaempferol 3-(2G-rhamnosylrutinoside) as the major one.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUKU AJAR MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH
Heri Susanto, Melisa Prawitasari, Helmi Akmal, Muhamad Meidy Syurbakti +1 more
2023· Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia)135doi:10.26737/jpipsi.v8i1.3112

Buku ajar merupakan satu dari sekian banyak perangkat pembelajaran yang memiliki fungsi penting. Melalui buku ajar, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh informasi dan berbagai petunjuk aktivitas dalam pembelajaran tiap mata kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan buku ajar pada mata kuliah media pembelajaran sejarah dengan melihat pada dua data utama, yaitu hasil penilaian buku ajar pada aspek tampilan, aspek bahasa, dan apek penyajian, serta hasil uji daya serap mahasiswa terhadap materi dalam buku ajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, instrument dalam penelitian ini adalah tes dan skala bertingkat. Hasil penelitian menunjukkan aspek tampilan, aspek bahasa, dan apek penyajian mencapai skor sangat baik, yaitu 90,50%. Sedangkan skor efektivitas sebesar 85,71%. Berdasarkan hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa buku ajar dengan judul “Media Pembelajaran Sejarah Era Teknologi Informasi; Konsep Dasar, Prinsip Aplikatif, dan Perancangannya” efektif digunakan dalam pembelajaran mata kuliah dan pencapaian kompetensi sesuai capaian pembelajaran mata kuliah yang direncanakan.

The Development of Physics Teaching Materials Based on Local Wisdom to Train Saraba Kawa Character
Sri Hartini, Soraya Firdausi, Mısbah Mısbah, Nurul Fitriyah Sulaeman
2018· Jurnal Pendidikan IPA Indonesia135doi:10.15294/jpii.v7i2.14249

This research came up from the unavailability of the physics teaching materials containing the local wisdom of Tabalong Regency society, South Kalimantan, and the less optimal character education in the learning process. Therefore, the research and development on the physics teaching materials based on the local wisdom of Tabalong regency, South Kalimantan to train saraba kawa character were conducted. The objective of this study was to produce feasible physics teaching materials integrated with the local wisdom based on the aspects of validity, practicality, effectivity, and character achievement. This research type is a research and development using ADDIE model. The subjects of the try out were 36 grade X students of MIPA in 4 SMA Negeri 2 Tanjung Tabalong Regency. The instruments used in this study were validation sheet, response questionnaire, student achievement results, and character observation sheet. The results showed that: (1) the validity of the teaching materials based on its content and appearance was in a good category, (2) the practicality of the teaching material categorized as very practical, (3) the effectiveness of the medium categorized as very practical, (4) and the achievement of saraba kawa character categorized as very good. It concluded that the physics teaching materials based on the local wisdom to train saraba kawa character is feasible for physics learning.

Highly efficient and selective hydrogenation of unsaturated carbonyl compounds using Ni–Sn alloy catalysts
Rodiansono Rodiansono, Syahrul Khairi, Takayoshi Hara, Nobuyuki Ichikuni +1 more
2012· Catalysis Science & Technology134doi:10.1039/c2cy20216f

Inexpensive Ni–Sn-based alloy catalysts, both bulk and supported, exhibited high selectivity in the hydrogenation of a wide range of unsaturated carbonyl compounds and produced unsaturated alcohols almost exclusively. For the bulk Ni–Sn alloy catalysts, a relatively high reaction temperature of 453 K was required to achieve an efficient hydrogenation of CO rather than CC. The catalyst that consisted of the Ni–Sn alloy dispersed on TiO2 allowed a remarkable reduction of the reaction temperature to 383 K. Both the Ni3Sn2 and Ni3Sn alloy phases were found to be responsible for the enhancement of the chemoselectivity. The Ni–Sn alloy catalysts were reusable without any significant loss of selectivity.

Media Film Dokumenter dan Pengaruhnya Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
Heri Susanto, Irmawati Irmawati, Helmi Akmal, Ersis Warmansyah Abbas
2021· ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam133doi:10.24127/hj.v9i1.2980

Penelitian dilakukan bertujuan mengetahui pengaruh media film dokumenter terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian eksperimen ini mengadopsi d esain posstest-only control dengan dua sampel kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas X MIA dengan sampel kelas X MIA 1 dan kelas X MIA 3, d itentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui metode tes dengan bentuk soal esai. U ji prasyarat maupun analisis dilakukan guna membuktikan pengaruh media film dokumenter terhadap keterampilan berpikir kritis siswa , yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasilnya, siswa yang diajar menggunakan media film dokumenter me mperoleh rerata skor sebesar 70,74, sedang siswa yang diajar tanpa menggunakan media tersebut memperoleh rerata skor sebesar 52,29. Artinya terdapat perbedaan keterampilan berpikir antara siswa kelas eksperimen dengan siswa kelas kontrol. Hasil analisis Mann-Whitney menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,00<0,05. Diperkuat melalui hasil penghitungan effect size sebesar d=1,395 (0,8<d<2,0) sehingga dinyatakan media film dokumenter ber pengaruh sangat signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa.

The Urgency of Local Wisdom Content in Social Studies Learning: Literature Review
Jumriani Jumriani, Mutiani Mutiani, Muhammad Adhitya Hidayat Putra, Syaharuddin Syaharuddin +1 more
2021· The Innovation of Social Studies Journal124doi:10.20527/iis.v2i2.3076

Kearifan lokal merupakan karaterisitk masyarakat di suatu daerah yang harus dijaga sebagai identitas konstruktif sekaligus sebagai filter bagi berbagai aspek kebudayaan luar yang destruktif. Dalam konteks demikian, kearifan lokal dipahami sebagai warisan dari generasi ke generasi agar tidak tergerus beragam unsur-unsur kebuduyaan luar. Karena itu pembelajaran kearifan lokal merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan, satu diantaranya melalui pembelajaran Ilmu Pengetahun Sosial (IPS). Pembelajaran IPS merupakan sarana bagi terjaganya kearifan lokal. Penelitian melalui studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi pentingnya memanfaatkan konten kearifan lokal sebagai sumber belajar IPS. Studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang sesuai, kemudian dilakukan diskusi yang kemudian secara sitesis dinarasikan. Hasil diskusi memastikan bahwa pembelajran IPS berbasis kearifan lokal menjadikan peserta didik dapat mengetahui, memahami, dan mempraktikkan dalam kehidupan sosial karakteristik lingkungan, baik lingkungan alam maupun lingkungan social sebagai sumber pembelajaran IPS.