NobleBlocks

Universitas Pendidikan Ganesha

UniversitySingaraja, Indonesia

Research output, citation impact, and the most-cited recent papers from Universitas Pendidikan Ganesha (Indonesia). Aggregated across the NobleBlocks index of 300M+ scholarly works.

Total works
17.9K
Citations
135.8K
h-index
90
i10-index
3.4K
Also known as
Ganesha University of EducationIKIP SingarajaUndikshaUniversitas Pendidikan Ganesha

Top-cited papers from Universitas Pendidikan Ganesha

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
I Wayan Redhana
2019· DOAJ (DOAJ: Directory of Open Access Journals)570doi:10.15294/jipk.v13i1.17824

In this 21st century, the world is undergoing rapid changes. This change concerns all aspects of life, namely the fields of economics, transportation, technology, communication, information, and others. This change needs to be anticipated by mastering the 21st century skills. The 21st century skills include critical thinking and problem solving, creativity and innovation, communication, and collaboration. The development of the 21st century skills can be carried out in all disciplines. Chemistry as one of the science disciplines is very appropriate to develop the 21st century skills. The development of the 21st century skills must be done intentionally by chemistry teachers in order to achieve the learning objectives effectively and efficiently. To develop the 21st century skills in chemistry learning, the teachers can choose learning models with scientific approaches, such as discovery learning model, problem-based learning model, project-based learning model, or design-based learning. The application of the learning model must be carried out optimally in accordance with the nature of the scientific approach so that students can develop the 21st century skills. In addition, the apllication of blended learning and an assessment of the 21st century skills is also important.

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER
Putu Darma Wisada, I Komang Sudarma, Adr. I Wayan Ilia Yuda S
2019· Journal of Education Technology295doi:10.23887/jet.v3i3.21735

Pembelajaran pada abad ke-21 ini, selalu dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar mampu menghadirkan suasana kelas yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Tapi sampai saat ini proses pembelajaran masih sangat jarang menerapkan teknologi dalam pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran konvensional yang menyebabkan kurangnya minat belajar siswa dan rendahnya hasil pencapaian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran berorientasi pendidikan karakter, (2) menguji validitas video pembelajaran berorientasi pendidikan karakter, (3) mengetahui efektivitas pengembangan video pembelajaran berorientasi pendidikan karakter. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini, yaitu: (1) rancang bangun video pembelajaran menggunakan model pengembangan ADDIE, yaitu analysis, design, development, implementation, evaluation, (2) Pengembangan video pembelajaran ini valid berdasarkan penilaian ahli isi mata pelajaran 98,3% predikat sangat baik, ahli desain pembelajaran 93,3% predikat sangat baik, ahli media pembelajaran 96,5% predikat sangat baik, uji coba perorangan 94,53% predikat sangat baik, uji coba kelompok kecil 92,32% predikat sangat baik, uji coba lapangan 91% predikat sangat baik, (3) Efektivitas pengembangan menunjukkan, video pembelajaran berorientasi pendidikan karakter efektif meningkatkan hasil belajar Simulasi Digital (thitung = 17,900 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5%). Kata kunci: Pengembangan, Video Pembelajaran, Pendidikan Karakter

The Impact of COVID-19 Pandemic on the Financial Performance of Firms on the Indonesia Stock Exchange
Sunitha Devi, Ni Made Sindy Warasniasih, Putu Riesty Masdiantini, Lucy Sri Musmini
2020· Journal of Economics Business and Accountancy Ventura257doi:10.14414/jebav.v23i2.2313

The COVID-19 pandemic has harmed the national economy and caused a decline in various businesses' financial performance. This study aims to examine the impact of the COVID-19 pandemic on firms' financial performance listed on the Indonesia Stock Exchange. The research samples included 214 companies, which were divided proportionally into nine sectors or 49 sub-sectors. Data analysis used was the Wilcoxon Signed Rank Test. The results show an increase in the leverage ratio and short-term activity ratio but a decrease in the public companies' liquidity ratio and profitability ratio during the COVID-19 pandemic. There was no significant difference in the liquidity ratio and leverage ratio. However, the public companies' profitability ratio and short-term activity ratio differed significantly between before and during the COVID-19 pandemic. The sector that experienced an increase in liquidity ratio, profitability ratio, and short-term activity ratio but a decrease in the leverage ratio was the consumer goods sector. In contrast, the sectors experiencing a decrease in the liquidity and profitability ratios were property, real estate and building construction, finance, trade, services, and investment sectors.

Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Dalam Menyelesaikan Soal HOTS Mata Pelajaran Matematika
Putu Manik Sugiari Saraswati, Gusti Ngurah Sastra Agustika
2020· Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar229doi:10.23887/jisd.v4i2.25336

Pesatnya perkembangan pengetahuan dan teknologi abad 21, menuntut manusia memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pada dunia pendidikan, HOTS merupakan kemampuan berpikir siswa yang tidak hanya mengingat tetapi juga diharapkan untuk dapat mengembangkan ide. Penelitian deksriptif ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi dan mengetahui kendala dalam menyelesaikan soal HOTS mata pelajaran matematika siswa kelas V. Data tersebut dikumpulkan dengan memberikan tes uraian dan wawancara kepada 85 siswa. Hasil analisis PAP pada skor akhir tes menunjukkan seabanyak 45 siswa (53%) memiliki Kemampuan Berpikir HOTS Cukup. Bagian selanjutnya melalui analisis isi, hasil wawancara menunjukkan terdapat 53 siswa (62%) siswa mengalami kendala pada proses membuat/membentuk kalimat matematika. Bersumber pada hal tersebut dapat disimpulkan siswa kelas V SDN 1 Padang Sambian cenderung memiliki kemampuan berpikir HOTS cukup serta masih rendah dalam menajawab soal dengan ranah kognitif C6, sedangkan kendala siswa terdapat pada proses membuat/membentuk kalimat matematika. Simpulan yang diperoleh berimplikasi pada peningkatan kemampuan berpikir siswa tiap tingkat ranah kognitif melalui penilaian berbasis HOTS.

Development of an Instructional Design Model for Mobile Blended Learning in Higher Education
I Kadek Suartama, Punaji Setyosarı, Sulthoni Sulthoni, Saida Ulfa
2019· International Journal of Emerging Technologies in Learning (iJET)203doi:10.3991/ijet.v14i16.10633

The development of information and communication technology has brought a surprise and revolutionary challenge to the idea and practice of traditional education. Mobile internet technology has become the main promoter and accelerator to apply the concept of mobile learning. Mobile technology offers new opportunities to integrate face-to-face learning and online learning methods. We see a tendency to use blended learning scenarios by combining various forms of learning and integrating a variety of ways to access content using mobile technology. The objective of this study is to develop a mobile blended learning design that can systematically guide the instructor or lecturer in the lecturing processes. By combining the ideas of mobile learning and blended learning, mobile blended learning design has been developed. Implementing research and development (R&D) method, the mobile blended learning design has been constructed through designing process and validation by experts. This instructional design has feasibility to use in learning; therefore, it effectively increases the popularity of mobile blended learning

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran IPA Untuk Siswa SD Kelas V
Gede Cris Smaramanik Dwiqi, I Gde Wawan Sudatha, Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana
2020· Jurnal Edutech Undiksha198doi:10.23887/jeu.v8i2.28934

Penelitian pengembangan ini dilaksanakan karena kurangnya pemanfaatan media digital oleh pendidik dalam melakukan proses pembelajaran sehingga peserta didik kurang tertarik dalam belajar dan menyebabkan menurunnya hasil belajar peserta didik secara signifikan. Dilaksankannya penelitian pengembangan ini yaitu bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dan validitas multimedia pembelajaran interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model penelitian pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan data kulitatif dengan mengunakan 3 metode pengumpulan data yaitu metode observasi, metode wawancara, dan metode kuesioner. Hasil Penelitian menunjukkan 1) Rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif meliputi tiga tahapan yaitu: (a) analisis kebutuhan, (b) desain, (c) pengembangan dan implementasi, valid dengan: (a) hasil review ahli mata pelajaran dengan kualifikasi sangat baik (97,33%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (100%), (c) hasil review ahli media pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (98%), (d) hasil uji coba perorangan dengan kualifikasi sangat baik (96,67%), (e) hasil uji coba kelompok kecil dengan kualifikasi sangat baik (96,85%). 2) Jadi berdasarkan uji validitas pengembangan multimedia pembelajaran interaktif menunjukkan hasil yang efektif didalam meningkatkan hasil belajar IPA sehingga layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Development of Learning Videos Based on Problem-Solving Characteristics of Animals and Their Habitats Contain in Ipa Subjects on 6th-Grade
Ni Luh Andriyani, Ni Wayan Suniasih
2021· Journal of Education Technology183doi:10.23887/jet.v5i1.32314

Lack of available learning media in the form of videos in a bold learning process during the Covid-19 pandemic, so that it has not been able to attract students' attention while studying. This study aimed to develop a learning media video based on problem-solving in IPA subjects, and its feasibility has been tested according to expert test evaluations and individual trials. The type of this research is a development using the ADDIE model. The method used to collect data was a questionnaire equipped with interviews and observations. The data analysis used was descriptive quantitative and qualitative analysis. The subject of this research was the development of learning video media. The assessment results from the product trial stage by subject content experts were 100%, that was categorized great, by the instructional design experts was 91.67%, that was categorized great, by the expert of learning media was 93.3%, that was categorized great, and individual testing obtained 95, 23%, which were also categorized great. Implicated learning videos are by improving the thinking way of students to think higher is not only in the IPA subject but also in the other subjects. Thus, it can be concluded that the learning video product based on problem-solving is feasible to be used in the learning process.

PENGEMBANGAN E-MODUL BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA
I Made Suarsana
2013· JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia)174doi:10.23887/jpi-undiksha.v2i2.2171

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan e-modul aljabar berorientasi pemecahan masalah, mengetahui kefektifan penggunaan e-modul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa serta mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan e-modul dalam perkuliahan aljabar. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan penelitian pengembangan dengan mengadopsi model Plomp yang meliputi beberapa fase seperti: 1) fase investigasi awal; 2) fase design/perancangan; 3) fase realisasi/konstruksi; 4) fase tes, evaluasi dan revisi; dan 5) fase implementasi. Penelitian ini tidak sampai pada tahap implementasi karena waktu yang tidak memungkinkan. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) E-modul yang telah disusun berkualitas baik, namun masih perlu disempurnakan lagi. 2). Penggunaan e-modul dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. 3) Tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan e-modul dalam perkuliahan adalah sangat positif. Kata Kunci: e-modul, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah

ADDIE SEBAGAI MODEL PENGEMBANGAN MEDIA INSTRUKSIONAL EDUKATIF (MIE) MATA KULIAH KURIKULUM DAN PENGAJARAN
Nyoman Sugihartini, Kadek Yudiana
2018· Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan164doi:10.23887/jptk-undiksha.v15i2.14892

Curriculum and teaching courses do not have learning media that can support the implementation of blanded learning. This study aimed to: design and implement Educative Instructional Media courses in Curriculum and Teaching. The development model used is the ADDIE model consisting of five stages: 1) analysis, 2) design, 3) development, 4) implementation and 5) evaluation. In the analysis phase, analysis is done related to the needs of the system and the analysis of learning objectives curriculum and teaching courses in accordance with the syllabus. Based on the analysis of the material was divided into 7 chapters. At the design stage, a systematic design of curriculum and teaching modules is carried out and the system, database, and interface design stages are carried out. Development stage is the continuity of what has been designed, compiling the content in accordance with the syllabus, in this case LMS (Learning Management System) used Moodle. The implementation phase is to enter content into Moodle by presenting the learning process following the stages of the project based learning (PjBL) model.

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PENGEMBANGAN 4D PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU
I Made Tegeh, Alexander Hamonangan Simamora, Kadek Dwipayana
2019· Mimbar Ilmu163doi:10.23887/mi.v24i2.21262

AbstrakSeiring perkembangan teknologi yang sangat cepat menyebabkan nilai-nilai agama kurang di perhatikan, sehingga dalam pembelajaran siswa hanya mengetahui namun tidak memahami, padahal ilmu agama merupakan ilmu yang di gunakan sebagai pedoman hidup. Pemahaman siswa terhadap ilmu agama di sebabkan oleh proses pembelajaran yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional tanpa memberikan contoh-contoh konkret dalam proses pembelajaran, sehingga menyebabkan kurangnya pemahaman siswa dan tidak tecapainya hasil belajar secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran, (2) mendeskripsikan kualitas hasil validitas pengembangan video pembelajaran menurut para ahli dan uji coba produk, (3) mengetahui efektivitas video pembelajaran. Analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). model pengembangan yang di gunakan adalah model 4D, video pembelajaran Agama Hindu valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan produk berpredikat sangat baik (93,3%), (b) hasil review ahli media menunjukkan produk berpredikat sangat baik (98,6%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan produk berpredikat sangat baik (93,8%), (d) hasil uji perorangan menunjukkan produk berpredikat sangat baik (94,76%), hasil uji kelompok kecil menunjukkan produk berpredikat sangat baik (95,9%). Hasil uji lapangan menunjukkan produk berpredikat sangat baik (95,98%). Efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa video pembelajaran Agama Hindu yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar Agama Hindu (thitung = 11,368 > ttabel = 2,042 pada taraf signifikansi 5%). artinya produk terbukti efektif secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar Agama Hindu. Kata-kata kunci : 4D, Agama Hindu, Video Pembelajaran AbstractAlong with quick technological development caused religious value less be cared, so that in learning proces, students only knew but did not understand religion besides religion is a science used as life orientation. Students understanding of religion were caused by learning proces that still used convensional learning method without giving concrete examples in learning proces so as caused students lavk of understanding and not achieving maximum students learning outcomes. This research was intended to describe a Hindu learning video, described/explained the result quality of Hindu developing validity learning videos according to experts and product trial, to find out the effectiveness of Hindu learning video. Data analysis used were qualitative descriptive analysis tecnique, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Developing model used was 4D model, (2) valid Hindu learning video with: review result of subject matter experts showed learning videos of Hindu predicated very well (93.3%), review result of media expert showed the design predicated very well (98,6%), review result of learning design expert showed Hindu learning video predicated very well (93,8%), individual test result showed Hindu learning video predicated very well (94,76%), small group test result showed Hindu learning video predicated very well (95,9%). Field test result showed product predicated very well (95,98%). (3) developing effectiveness showed Hindu learning video which effectively developed increasing result study of Hindu religion (t count = 11,368> t table = 2,042 at the significance level of 5%). It means Hindu learning video proven effective in improving the learning outcomes of Hindu effectively. Keywords: 4D, Learning Video, Hindu

Pengembangan Pembelajaran Blended Pada Mata Kuliah Ahara Yoga Semester II di IHDN Denpasar
I Gusti Ayu Agung Manik Wulandari, I Gde Wawan Sudatha, Alexander Hamonangan Simamora
2020· Jurnal Edutech Undiksha162doi:10.23887/jeu.v8i1.26459

Rendahnya hasil belajar mahasiswa disebabkan karena kurangnya media inovatif untuk menfasilitasi mahasiswa dalam belajar, hal inilah yang menjadi penyebab tujuan penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan pembelajaran blended dan validitas rancangan pembelajaran blended. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi danevaluasi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu pencatatan dokumen, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Rancangan pembelajaran blended valid dengan: (a) hasil review ahli mata kuliah dengan kualifikasi sangat baik (94,6%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (95%), (c) hasil review ahli E-learning dengan kualifikasi sangat baik (96,5%), (d) hasil review ahli video pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (98%), dan (e) hasil uji coba perorangan dengan kualifikasi sangat baik (98,3%). Jadi, penelitian menunjukan bahwa pembelajaran blended dengan model flipped classroom pada kualifikasi sangat baik.

Literature Review: Pendekatan Berdiferensiasi Dalam Pembelajaran IPA
Ayu Sri Wahyuni
2022· JURNAL PENDIDIKAN MIPA152doi:10.37630/jpm.v12i2.562

Pembelajaran IPA hendaknya dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat serta perkembangan fisik dan psikologis peserta didik Hal ini sejalan dengan konsep pembelajaran berdiferensiasi, yaitu usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Namun, penerapan pembelajaran berdiferensiasi khususnya pada pembelajaran IPA masih terbatas. Tujuan penulisan literatur review ini adalah untuk (1) mendeskripsikan penerapan pendekatan berdiferensiasi, (2) menjelaskan hasil penerapan pendeketan berdiferensiasi, dan (3) menganalisis peluang penerapan pendekatan berdiferensiasi dalam pembelajaran IPA. Literatur review ini diperoleh dari artikel penelitian ilmiah dari rentang tahun 2012-2022 dengan menggunakan google scholar dan mendapatkan 47 artikel dengan kata kunci pembelajaran berdiferensiasi. Dari 47 artikel dilakukan identification, screening, dan eliglibility, kemudian diperoleh 15 artikel yang sesuai dengan tujuan literatur review. Berdasarkan hasil analisis literatur review dapat disimpulkan (1) pendekatan berdiferensiasi dapat diintegrasikan dengan beberapa model pembelajaran seperti problem based learning, Blended Learning ’s Station Rotation, pembelajaran berbasis proyek dan memperhatikan gaya belajar siswa; (2) penerapan pendekatan berdiferensiasi mampu menningkatkan hasil belajar peserta didik; (3) pendekatan berdiferensiasi dapat diterapkan dalam pembelajaran IPA karena mampu mengakomodir kebutuhan belajar siswa dengan memperhatikan minat, profil, gaya belajar dan kesiapan belajar siswa.

Pengaruh media animasi terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa materi sistem kelistrikan otomotif
Kadek Sukiyasa, Sukoco Sukoco
2013· Jurnal Pendidikan Vokasi151doi:10.21831/jpv.v3i1.1588

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media animasi terhadap hasil belajar dan motivasi belajar materi sistem kelistrikan otomotif. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain nonequivalent control group design. Jumlah responden sebanyak 63 orang. Instrumen pengumpulan data hasil belajar adalah tes, dan instrumen pengumpulan data motivasi belajar adalah angket. Data dianalisis dengan statistik parametris, yaitu uji-t dengan teknik independent sampel t-test dan uji lanjut dengan uji Scheffe. Hasilnya adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media animasi terhadap hasil belajar dan motivasi belajar materi sistem kelistrikan otomotif pada siswa kelas X TKR di SMKN 1 Seyegan, ditunjukkan dengan hasil belajar dan motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan media animasi lebih tinggi dari hasil belajar dan motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan media powerpoint. EFFECT ANIMATION MEDIA ON STUDENT’S LEARNING OUTCOMES AND LEARNING MOTIVATIONAbstractThe purpose of this study to determine the effect of animation media on learning outcomes and learning motivation the automotive electrical system material. This quasi-experimental research using nonequivalent control group design. The number of respondents being 63 students. The instrument for data collection for learning outcomes was a test, and the instrument for learning motivation was a questionnaire. The data were analyzed using parametric statistic namely t-test with independent sample t-test techniques and advanced test with Scheffe test. The result is that there is a significant effect of the use of animation media on learning outcomes and learning motivation on the automotive electrical system material among class X student of TKR of SMK Negeri 1 Seyegan, indicated by the learning outcomes and learning motivation of students who are taught by the animation media higher than the learning outcomes and learning motivation of students who are taught by powerpoint media.

Pengembangan E-Modul Berorientasi Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa
I Made Suarsana, Gst Ayu Mahayukti
2013· Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI)146doi:10.23887/janapati.v2i3.9800

The aim of this research was to develop a problem solving oriented e-module of algebra, to analiyze effectiveness of the use of emodule in improving critical thinking skill, and to describe response of students to the e-module. This research was conducted using the design of research and development by adopting a Plomp model as follows: a) preliminary investigation phase, b) design phase, c) realization/construction phase, d) test, evaluation, and revision phase and, e) implementation phase. The result shows that: 1) emodule has been prepared good quality, but still need to be refined again, 2) critical thinking skill of students can be enhanced to good level, 3) the response of students to the lectures which implemented using the e-module is very positive

The Effect of Guided Inquiry Learning and Cognitive Style on Science Learning Achievement
Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia, pakgun_pgsd@yahoo.com, I Gede Margunayasa, Nyoman Dantes, Prof., Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia, dantes_nyoman@yahoo.com +4 more
2018· International Journal of Instruction139doi:10.29333/iji.2019.12147a

This research was aimed to analyze the effect of interaction between guided inquiry learning and cognitive style on students' science learning achievement. This study was a quasi-experiment with a 22 factorial design. The study was done with the fifth grade students in Singaraja City. The sample was selected using multi stage random sampling and 4 elementary schools were selected for the experimental group (n=132) and another 4 for the control group (n = 107). The experimental group used guided inquiry learning and the control group used conventional teaching model. The study used science learning achievement test and MFFT cognitive style test as the instruments for collecting the data. The result of hypothesis testing showed that: 1) there is a significant difference in science learning achievement between those who learned with guided inquiry learning model and those who learned with conventional teaching; and 2) there is a significant effect of interaction between guided inquiry learning model and cognitive style on students' science learning achievement. Guided inquiry learning is more optimal in increasing students' learning achievement if it is implemented to students with reflective cognitive style than to those with impulsive cognitive style.

BLENDED LEARNING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL
I Ketut Widiara
2018138

Blended learning is a learning strategy that aims to achieve goals by combining classroombased learning / face to face with technology-based learning and information that is done online. So far, the popular learning strategy in Indonesia is traditional class based learning (classical) by using lecture method. The addition of the right learning innovation will result in the selfreliance and self-confidence of students who have tried to explore and explore not only the teachers. This assumption is what leads blended learning to be an option without learning not enough just by face to face. Keywords: Blended Learning, Learning, Learning Strategy

PENGEMBANGAN ASESMEN PROYEK DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR
I Wayan Widiana
2016· JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia)135doi:10.23887/jpi-undiksha.v5i2.8154

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kualitas hasil pengembangan asesmen proyek dalam pembelajaran IPA, (2) mengetahui efektivitas asesmen proyek dalam pembelajaran IPA. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Model ADDIE terdiri atas lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kelima tahapan model pengembangan ini, dijadikan acuan dalam memproduksi dan memvalidasi asesmen proyek yang dikembangkan. Validasi asesmen proyek dilakukan oleh satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli asesmen Pembelajaran dan 29 siswa uji coba lapangan. Efektivitas asesmen proyek dilakukan oleh 29 siswa menggunakan desain penelitian pretest dan posttest. Data dikumpulkan dengan metode kuisioner dan tes. Dengan instrumen tes yang digunakan berupa tes objektif. Dalam analisis data, digunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah 1) kualitas hasil pengembangan asesmen menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 96%; b) ahli desain pembelajaran 92%; c) ahli asesmen pembelajaran 94% yang semuanya tiga ahli pada kategori sangat baik serta d) uji coba lapangan 91,7% yang berada pada kategori sangat baik; 2) Efektivitas hasil pengembangan asesmen menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 13,693 > ttabel =2,000. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan asesmen proyek.

PENGEMBANGAN E-MODUL IPA BERMUATAN TES ONLINE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
Hilmania Dwi Lestari, Desak Putu Parmiti
2020· Journal of Education Technology132doi:10.23887/jet.v4i1.24095

Penelitian ini dilatarbelakangi yaitu sumber belajar yang digunakan hanya menggunakan buku paket dan dominan masih menggunakan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) rancang bangun produk, (2) hasil validitas (3) efektivitas e-modul IPA bermuatan tes online. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE. Teknik pengumpulan data yaitu dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistik inferensial (uji-t). Validasi produk e-modul ini dilakukan oleh ahli isi mata pelajaran 98%, ahli desain 96,4%, ahli media 90,3%, uji perorangan 91%, uji kelompok kecil 91,5%, dan uji lapangan 94% berdasarkan keenam hasil tersebut E-Modul berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil analisis data diperoleh t hitung = -31,27 untuk db = 68 dan taraf signifikan 5% t tabel = 1,667 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara sebelum dan sesudah menggunakan E-Modul IPA pada siswa kelas VII.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sumber belajar yang digunakan oleh guru hanya berupa buku paket. Maka dari itu perlu dikembangkan modul elektornik bermuatan tes online. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul IPA bermuatan tes online dan efektifitasnya untuk meningkatkan hasil belajar. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kumalitatif, kuantitatif, Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara sebelum dan sesudah menggunakan E-Modul IPA bermuatan tes online pada siswa kelas VII, yang dibuktikan dengan thitung = -31,27 untuk db = 68 dan taraf signifikan 5% ttabel = 1. Berarti e- modul bermuatan tes online efektif untuk meningkatkan hasil belajar.

The Cultural View of North Bali Community towards Ngidih Marriage Reflected from Its Lexicons
I Gede Budasi, I Wayan Suryasa
2021· Journal of Language and Linguistic Studies130doi:10.52462/jlls.107

This study aimed at finding the answer to the question: How does the culture view of the North Bali Community look as seen from the lexicons used in their ngidih marriage tradition?. Conducted in North Bali, this study was designed based on descriptive qualitative research with an ethnolinguistic perspective. The results showed that the whole ritual steps of the ngidih marriage consist of ngluku, mesedek, ngidih, mebiakala, natab kesurya, melukat pebersihan, malehpeh , natab sayut, and ngaturang piuning. Sixty-two lexicons were found in this study. Among them, 11 were categorized into nouns, 49 as verbs of action, and two as adjectives. Spreading over the whole steps of the marriage, all of the lexicons reflect the uniqueness of the community's cultural meanings, that is, the bond of the bridegroom and bride in a marriage is not only a matter of physical and spiritual union but it is also a binding with their cultural attachment, which include the rule of bridegroom's family, clan, traditional community, local government, and the marriage. The marriage is viewed to be complete one only if it has passed sets of rituals which are witnessed by three parties; bhuta saksi (evil spirits witness), manusia saksi (human beings witness), and dewa saksi (God witness) based on Bali Hindu religion.

Project Based Learning and Academic Procrastination of Students in Learning Physics
Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia, santyasa@yahoo.com, I Wayan Santyasa, Ni Ketut Rapi, Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia, ketutrapi@gmail.com +2 more
2019· International Journal of Instruction118doi:10.29333/iji.2020.13132a

Learning physics at SMA, does not only involve memorizing facts, but it also engages the students in solving more problems without delay and attaining a real learning achievement. This study aimed to analyze the effect of project-based learning (PjBL) compared with direct instruction (DI) and student procrastination on student cognitive achievement in learning physics. This quasi-experimental study used a pretest-posttest non-equivalent control group design, involving 9 classes or 278 students of class X MIPA SMAN 1 Singaraja. The study sample consisted of 4 classes or 124 students. Data on student achievement and academic procrastination were obtained from the scores of a learning achievement test and an academic procrastination questionnaire. The data were analyzed descriptively and the two-way covariance analysis. The results of the study revealed that, first, there was a significant difference of academic achievement between students learned in the PjBL and DI models. Higher academic achievement was achieved by the students who learned with the PjBL model. Second, there was a significant difference of academic achievement between students who had high academic procrastination (HAP) and low academic procrastination (LAP). Higher learning achievement was achieved by students who had a LAP. Third, there was an interactive effect between the learning model and academic procrastination on the student academic achievement. Strong interaction occurred in low procrastination for both learning models.