NobleBlocks
Yogyakarta State University logo

Yogyakarta State University

UniversityYogyakarta, Indonesia

Research output, citation impact, and the most-cited recent papers from Yogyakarta State University (Indonesia). Aggregated across the NobleBlocks index of 300M+ scholarly works.

Total works
31.3K
Citations
257.7K
h-index
125
i10-index
6.3K
Also known as
IKIP YogyakartaUniversitas Negeri YogyakartaYogyakarta Institute of Teacher Education and Educational SciencesYogyakarta State University

Top-cited papers from Yogyakarta State University

Memahami desain metode penelitian kualitatif
Muhammad Rijal Fadli
2021· HUMANIKA1.7Kdoi:10.21831/hum.v21i1.38075

Tujuan artikel ini untuk memahami desain metode penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Hasilnya bahwa penelitian kualitatif dilakukan dengan desain penelitian yang temuan-temuannya tidak didapatkan melalui prosedur statistik atau dalam bentuk hitungan, melainkan bertujuan mengungkapkan fenomena secara holistik-kontekstual dengan pengumpulan data dari latar/setting alamiah dan memanfaatkanpeneliti sebagai instrument kunci. Penelitian kualiatif memiliki sifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif, sehingga proses dan makna berdasarkan perspektif subyek lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif ini. Desain penelitian kualitatif ini dapat dijadikan sebagai metode dalam penelitian, karena desainnya dijabarkan secara komprehensif yang mudah untuk dipahami oleh kalangan peneliti dan akademisi. The purpose of this article is to understand the design of qualitative research methods. The method used is library research, data collection by searching for sources, and reconstruction from various sources such as books, journals, and existing researches. The result is that qualitative research is conducted with a research design where the findings are not obtained through statistical procedures or in the form of calculations, but rather aim to reveal phenomena in a holistic-contextual manner by collecting data from natural settings and utilizing the researcher as a key instrument. Qualitative research has a descriptive nature and tends to use an inductive approach analysis so that the process and meaning based on the subject's perspective are emphasized more in this qualitative research. This qualitative research design can be used as a method in research because the design is described in a comprehensive manner that is easy to understand by researchers and academics.

Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19
Luh Devi Herliandry, Nurhasanah Nurhasanah, Maria Enjelina Suban, Heru Kuswanto
2020· JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan914doi:10.21009/jtp.v22i1.15286

The Pandemic COVID-19 has changed various aspects of human life today, especially in education. This requires all elements of education to adapt and continue the rest of the semester. The purpose of this study as a general review of learning during the COVID-19 pandemic. This research uses descriptive content analysis study method. The analysis was carried out on international, national articles and similar sources related to learning solutions during the pandemic. Online learning is an effective solution for activating classrooms even though schools have closed because time and place are at risk during this pandemic. However, this learning technique is important to be evaluated according to local conditions given the distribution of facilities and the ability of parents to provide different online learning facilities to students in Indonesia.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
Ali Muhson
2010· Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia649doi:10.21831/jpai.v8i2.949

Media pembelajaran dapat merupakan wahana penyalur pesan dan informasi belajar.Media pembelajaran yang dirancang secara baik akan sangat membantu peserta didik dalammencerna dan memahami materi pelajaran. Di era globalisasi dan informasi ini,perkembangan media pembelajaran juga semakin maju. Penggunaan Teknologi Informasi(TI) sebagai media pembelajaran sudah merupakan suatu tuntutan. Walaupun perancanganmedia berbasis TI memerlukan keahlian khusus, bukan berarti media tersebut dihindari danditinggalkan. Media pembelajaran berbasis TI dapat berupa internet, intranet, mobile phone,dan CD Room/Flash Disk. Adapun komponen utamanya meliputi Learning ManagementSystem (LMS), dan Learning Content (LC).Kata kunci: media pembelajaran, teknologi informasi

Augmented Reality-assisted Pictorial Storybook: Media to Enhance Discipline Character of Primary School Students
Azmil Hasan Lubis, Muhammad Nur Wangid
2019· Mimbar Sekolah Dasar463doi:10.17509/mimbar-sd.v6i1.16415

This research is intended to determine the effectiveness of Augmented Reality (AR)-assisted pictorial storybook in improving discipline character of primary school students. The population of this research was all state-run primary schools in in Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, Indonesia. Specifically, the samples were fourth-grade students from two primary schools, where each of them was selected to be control and experiment groups. The method used is an experimental research, while the sampling technique was cluster random sampling technique. The data collection technique was disciplinary character observation technique. Furthermore, the data were analyzed using t-test technique. The results of this research indicated that the value of sig. t-test was 0.00 (<0.05). Thus, it can be concluded that AR-assisted picture storybook was considered effective in enhancing disciplinary character of primary school students. Therefore, it is recommended that the use of AR can be improved and disseminated to reach the learning objectives of primary school students, specifically in enhancing discipline character.

MENGAPA PENDIDIKAN KARAKTER?
Ajat Sudrajat
2011· Jurnal Pendidikan Karakter418doi:10.21831/jpk.v1i1.1316

Abstrak: Sudah menjadi kesadaran bersama bahwa dunia pendidikan merupakan cara yang telah dilakukan umat manusia sepanjang kehidupannya untuk menjadi sarana dalam melakukan transmisi dan transformasi baik nilai maupun ilmu pengetahuan. Demikian strategisnya dunia pendidikan sebagai sarana transmisi dan transformasi nilai dan ilmu pengetahuan ini, maka dalam rangka menanamkan dan mengembangkan karakter bangsa ini, tidak lepas pula dari peran yang dimainkan oleh dunia pendidikan. Pendidikan karakter penting bagi kehidupan manusia, maka peran yang dimainkan dunia pendidikan haruslah tidak sekadar menunjukkan pengetahuan moral, tetapi juga mencintai dan mau melakukan tidakan moral. Kata kunci: pendidikan karakter, strategi pendidikan karakter

PENTINGNYA LITERASI KEUANGAN BAGI PENGELOLAAN KEUANGAN PRIBADI
Amanita Novi Yushita
2017· Nominal Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen395doi:10.21831/nominal.v6i1.14330

Abstrak : Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Pengelolaan Keuangan Pribadi. Literasi keuangan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang agar terhindar dari masalah keuangan. Kesulitan keuangan bukan hanya fungsi dari pendapatan semata (rendahnya pendapatan), kesulitan keuangan juga dapat muncul jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan (miss-management) seperti kesalahan penggunaan kredit, dan tidak adanya perencanaan keuangan. Literasi keuangan (financial literacy) yang kian mendapatkan perhatian di banyak negara maju semakin menyadarkan betapa kepada kita betapa pentingnya tingkat ‘melek’ keuangan. Di beberapa negara, literasi keuangan bahkan sudah dicanangkan menjadi program nasional. Hasil riset secara umum menunjukkan bahwa masih terjadi tingkat literasi keuangan yang rendah di negara-negara maju dan terlebih lagi di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Kondisi ini merupakan problem yang cukup serius mengingat literasi keuangan berpengaruh positif terhadap inklusi dan perilaku keuangan.

Analisis Kendala Orang Tua dalam Mendampingi Anak Belajar di Rumah Pada Masa Pandemi Covid-19
Anita Wardani, Yulia Ayriza
2020· Jurnal Obsesi Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini385doi:10.31004/obsesi.v5i1.705

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kendala- kendala apa saja yang dialami oleh orang tua selama mendampingi anak belajar dirumah pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus melalui wawancara dengan analisis tematik pada 12 orang tua dengan anak yang sedang bersekolah di taman kanak-kanak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kendala- kendala orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah pada masa pandemi Covid- 19 adalah kurangnya pemahaman materi oleh orang tua, kesulitan orang tua dalam menumbuhkan minat belajar anak, tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi anak karena harus bekerja, orang tua tidak sabar dalam mendampingi anak saat belajar dirumah, kesulitan orang tua dalam mengoperasikan gadget, dan kendala terkait jangkauan layanan internet. Penelitian ini diharapkan mampu menggali kendala- kendala orang tua dalam mendampingi anak ketika belajar dirumah sehingga penelitian ini mampu berkontribusi terhadap penelitian selanjutnya dalam menggali solusi untuk masalah- masalah tersebut

TEACHERS’ KNOWLEDGE ABOUT HIGHER-ORDER THINKING SKILLS AND ITS LEARNING STRATEGY
Heri Retnawati, Hasan Djidu, Kartianom Kartianom, Ezi Apino +1 more
2018· Problems of Education in the 21st Century344doi:10.33225/pec/18.76.215

Higher order thinking skill (HOTS) is one of the students’ abilities that should be developed through teaching and learning. Teachers’ knowledge about HOTS and its teaching and learning tactics is a key to successful education. The purpose of this research is to describe teachers’ knowledge about higher order thinking skills (HOTS). The research involves qualitative study with the phenomenological approach. The research participants are 27 mathematics teachers from state and private junior high schools across 7 provinces in Indonesia. The researcher collected data with a test followed by focus group discussion (FGD) and interviews. The analysis of data involved Bogdan & Biklen model and descriptive statistics for data from the test. The analysis of FGD, and test data intends to get information on 6 sub-themes; teachers’ knowledge about HOTS, importance of HOTS, teaching about HOTS to students, improving students’ HOTS, measuring and assessing HOTS, and teachers’ ability for solving HOTS-based problems. The results indicate that teachers’ knowledge about HOTS, their ability to improve students’ HOTS, solve HOTS-based problems, and measure students' HOTS is still low. There are facts, however, that teachers already understand the importance of HOTS and teaching it by using various innovative learning models. Keywords: HOTS, measurement and assessment, teachers’ knowledge, teaching and learning

Project- Based Learning and Problem-Based Learning: Are They Effective to Improve Student’s Thinking Skills?
R. D. Anazifa, D. Djukri
2017· Jurnal Pendidikan IPA Indonesia330doi:10.15294/jpii.v6i2.11100

<p>The study aims at finding (1) the effect of project-based learning and problem-based learning on student’s creativity and critical thinking and (2) the difference effect of project-based learning and problem-based learning on student’s creativity and critical thinking. This study is quasi experiment using non-equivalent control-group design. Research population of this study was all classes in eleventh grade of mathematics and natural science program of SMA N 1 Temanggung. The participants were 102 students. This study used three classes as research sample which implemented three different kinds of learning models in respiratory system. XI MIPA 3 was as an experimental group implementing project- based learning and XI MIPA 5 was as an experimental group implementing problem- based learning, while XI MIPA 1 was as control group. Data was collected using two instruments to measure student’s creativity and student’s critical thinking. Data was analysed using t- test, multivariate analysis, and univariate analysis. The results reveal that (1) project-based learning and problem-based learning affect student’s creativity and critical thinking; (2) there is a difference effect of project-based learning and problem- based learning on student’s creativity; and (3) there is no difference effect of project-based learning and problem-based learning on student’s critical thinking.<br /><br /></p>

Pengembangan modul elektronik (e-modul) interaktif pada mata pelajaran Kimia kelas XI SMA
Nita Sunarya Herawati, Ali Muhtadi
2018· Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan323doi:10.21831/jitp.v5i2.15424

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan produk e-modul interaktif pada mata pelajaran Kimia kelas XI IPA SMA, (2) mengetahui tingkat kelayakan produk e-modul interaktif pada mata pelajaran Kimia kelas XI IPA SMA,dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan produk e-modul interaktif dalam meningkatkan capaian hasil belajar mata pelajaran Kimia kelas XI IPA SMA. Penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah yang dikembangkan oleh Thiagarajan yaitu (4D). Prosedur pengembangan meliputi tahap pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (development). Subjek uji coba kelompok kecil terdiri dari enam orang peserta didik kelas XI IPA SMA Islam Al Azhar Yogyakarta. Subjek uji coba lapangan sebanyak 29 orang siswa kelas XI IPA SMA Islam Al Azhar Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan lembar penilaian, angket respon, dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul elektronik (e-modul) interaktif untuk kelas XI IPA SMA menurut ahli materi, ahli media berada dalam kategori layak. Penerapan dan penggunaan e-modul secara umum dapat terlaksana dengan kategori layak dan mendapat respon positif dari peserta didik. Terdapat perbedaan hasil belajar antara hasil pre test sebelum penggunaan e-modul dan post test setelah menggunakan e-modul dengan sig < 0,05.Kata kunci: modul eletronik, interaktif, kimia DEVELOPING INTERACTIVE CHEMISTRY E-MODUL FOR THE SECOND GRADE STUDENTS OF SENIOR HIGH SCHOOLAbstractThis research study aims to: (1) produce chemistry interactive e-modul for the second grade students of senior high school, (2) identify the feasibility analysis of interactive e-module products on chemistry object, and (3) identify the effectiveness of the interactive e-module product in improving the achievement of learning achievement. This research and development study refer to the stages developed by Thiagarajan (4D). The procedure of the development consists of define, design, and development. The subject small group trial consisted of six-second grade students of SMA Islam Al Azhar Yogyakarta. The subjects of field testing in the experiment class consisted of 29 students of XI IPA of SMA Islam Al Azhar Yogyakarta. The data were collected using an evaluation sheet, questionnaire of student’s responses, and achievement tes. The data were analyzed using paired sample t-test with a significance level of 0.05. The research finding reveals that the chemistry interactive e-modul for XI IPA of senior high school according to materials experts and media experts is in a good category. Generally, the application of interactive e-modul is categorized in the very good category and received a positive response from students. There is a difference in the learning achievement between the pre test and post test after using the chemistry interactive e-modul with sig < 0.05.Keywords: e-modul,interactive, chemistry

The influence of social capital and entrepreneurial attitude orientation on entrepreneurial intentions: the mediating role of psychological capital
Tuatul Mahfud, Mochamad Bruri Triyono, Putu Sudira, Yogiana Mulyani
2019· European Research on Management and Business Economics303doi:10.1016/j.iedeen.2019.12.005

The entrepreneurial intention plays a vital role in generating new business. Although many studies have shown that attitude is influential in shaping intentions, few discuss this relationship by engaging interactively with social and psychological capital. This study aimed to develop a structural model to form the entrepreneurial intention of polytechnic students which involves the interplay of entrepreneurial attitude orientation, social capital, and psychological capital. Data were collected randomly through an online questionnaire completed by 215 polytechnic students in Indonesia. Structural equation modelling analysis was used to examine the structure model of developing entrepreneurial intentions and bootstrap confidence intervals were estimated to test the mediating role. The results reveal that entrepreneurial attitude orientation, social capital, and psychological capital collaboratively and interactively influence the entrepreneurial intention of polytechnic students. Psychological capital was shown to have a positive partial mediation effect on the relationship between entrepreneurial attitude orientation and entrepreneurial intention. Finally, psychological capital was also found to fully mediate the impact of a social capital on entrepreneurial intention. The findings of this study are discussed and some proposals with implications for vocational education practitioners are provided.

Orientasi Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar
Maman Suryaman
2020284

Kurikulum merupakan “ruh” pendidikan yang harus dievaluasi secara inovatif, dinamis, dan berkala sesuai dengan perkembangan zaman dan IPTEKS, kompetensi yang diperlukan masyarakat dan pengguna lulusan. Perubahan kurikulum – dengan demikian – menjadi keniscayaan. Bahkan, perkembangan IPTEKS yang sangat cepat tidak lagi memungkinkan dunia pendidikan berlama-lama dengan “zona nyaman” kurikulum yang berlaku. Dapat dibayangkan – terlepas dari konteks politik yang menyertainya -- dalam kurun waktu enam tahun Standar Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) sudah berubah tiga kali, yakni: Permenristekdikti Nomor 49 Tahun 2014-Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015-Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020. Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 berbarengan dengan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum – apalagi di era Industri 4.0 -- adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan literasi baru, yakni literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia yang berporos kepada berakhlak mulia. Salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut adalah lahirnya kebijakan hak belajar bagi mahasiswa di luar program studi (Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Pendidikan Tinggi). Kebijakan yang populer dengan nama Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dimaksudkan untuk mewujudkan proses pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menentukan mata kuliah yang akan diambil. Kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, serta untuk mempersiapkan mahasiswa dalam dunia kerja sejak awal.

Students’ perceptions toward vocational education on online learning during the COVID-19 pandemic
Khusni Syauqi, Sudji Munadi, Mochamad Bruri Triyono
2020· International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE)261doi:10.11591/ijere.v9i4.20766

The impact of the Covid-19 pandemic has spread almost throughout the world. It makes all educational institutions in Indonesia experienced a lockdown in an undetermined time. As a result, teachers must switch to online teaching methods, while students must adapt to the online learning environment in a short time. Vocational education emphasizes not only the mastery of knowledge but also skills. In the learning process, students' perceptions can be used as evaluations to improve the quality of learning. This study aimed to provide an overview of students' perceptions of Mechanical Engineering Education on online learning as a result of the impact of the Covid-19 pandemic. This study used survey methods and data collection in the form of instruments with a Likert scale with a sample of 56 students. The results of this study indicate that teachers in managing online learning are not in line with student expectations. Students feel that online learning has not provided better experience and productivity in mastering competencies, but can provide motivation and ease in their learning. Some students stated that they had the ease of access to resources, but students were still reluctant to use it sustainably in the future.

UJI KELAYAKAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN ADMINISTRASI SERVER
Iis Ernawati
2017· Elinvo (Electronics Informatics and Vocational Education)252doi:10.21831/elinvo.v2i2.17315

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan Media Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran Administrasi Server di SMK Negeri 2 Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Prosedur pengujian yang digunakan adalah Alpha Testing dan Beta Testing. Subyek penelitian ini adalah para siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan di SMK Negeri 2 Depok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Media Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran Administrasi Server materi proxy server mendapat penilaian 85,50% dari ahli media, 85,83% dari ahli materi, dan 85,73% dari pengguna atau siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Administrasi Server materi proxy server ini sangat layak digunakan untuk pembelajaran di SMK Negeri 2 Depok.

Kesiapan Guru TK Menghadapi Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19
Despa Ayuni, T. C. MARINI, Mohammad Fauziddin, Yolanda Pahrul
2020· Jurnal Obsesi Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini250doi:10.31004/obsesi.v5i1.579

Masa pandemi covid-19 saat ini memberikan dampak dalam bidang apapun termasuk pendidikan. Salah satunya dalam bidang pendidikan anak usia dini yang mengharuskan guru untuk melakukan pembelajaran daring. Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan informasi kesiapan guru Taman Kanak-kanak menghadapi pembelajaran daring masa pandemi covid-19. Subjek penelitian 10 orang guru TK di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data angket dan wawancara. Teknik analisis menggunakan model Miles dan Huberman (Analysis Interactive Model). Hasil menunjukkan 6 dari 10 guru Taman Kanak-kanak sudah siap menghadapi pembelajaran daring, namun 4 dari guru Taman Kanak-kanak belum siap melakukan pembelajaran daring. Hal ini dipengaruhi oleh fasilitas yang kurang memadai dari pihak guru dan orangtua dan masih adanya anggapan bahwa pembelajaran daring ini sulit dilakukan. Kesiapan guru Taman Kanak-kanak melakukan pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 ini sangat diperlukan. Persiapan dimulai dari rencana pembelajaran, mengkomunikasikan dengan orang tua, dan fasilitas pendukung lainnya.

PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI PEMBIASAAN DAN KETELADANAN
Eka Sapti Cahyaningrum, Sudaryanti Sudaryanti, Nurtanio Agus Purwanto
2017· Jurnal Pendidikan Anak249doi:10.21831/jpa.v6i2.17707

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter anak usia dini melalui pembiasaan dan keteladanan. Pendidikan karakter bagi anak usia dini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan sebagai dasar untuk pengembangan pribadi selanjutnya. Pendidikan karakter bagi anak usia dini adalah membentuk mental dan karakter bangsa di masa yang akan datang. Rendahnya kesadaran dan kompetensi tenaga pengajar anak usia dini terhadap pendidikan karakter menjadi permasalahan yang harus diselesaikan dalam kaitannya membentuk karakter bangsa di masa depan. Implementasi Pendidikan karakter pada anak usia dini khususnya taman kanak-kanak dimulai dengan penyusunan silabus/ RPPH yang mencakup implementasi pendidikan karakter terhadap anak usia dini. Penelitian ini mengidentifikasi implementasi nilai-nilai pendidikan karakter, dengan menggunakan siklus tahapan R&D dari Borg dan Gall. Model akan diuji secara teoritik maupun secara empirik di lapangan melalui penelitian pendahuluan, pendalaman penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dan implementasinya melalui keteladanan dan pembiasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi pendidikan karakter di lembaga PAUD se-Kecamatan Ngemplak dapat dilihat dari penekanan 4 karakter dalam proses pembelajaran. Empat karakter dalam pendidikan karakter meliputi karakter: religius, jujur, toleransi, dan disiplin. Setiap indikator pendidikan karakter ditunjukkan dengan strategi maupun metode pembelajaran yang mencerminkan nilai nilai setiap karakter. Metode pembelajaran yang dimaksud dapat berupa wujud penugasan maupun praktik pembelajaran serta pembiasaan sehingga nilai-nilai pendidikan karakter dapat terimplementasikan. Kata kunci : Karakter, Pendidikan Anak Usia Dini

Pengaruh problem-based learning terhadap hasil belajar ditinjau dari motivasi belajar PLC di SMK
Bekti Wulandari, Herman Dwi Surjono
2013· Jurnal Pendidikan Vokasi249doi:10.21831/jpv.v3i2.1600

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pemrograman sistem kendali PLC antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan siswa yang diajar dengan metode demonstrasi, (2) pengaruh interaksi antara metode PBL dan metode demonstrasi dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa, (3) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan yang diajar dengan metode demonstrasi ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial yang dilakukan dengan memberikan perlakuan metode pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t dan ANAVA dengan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan yang diajar dengan metode demonstrasi, (2) tidak terdapat pengaruh interaksi antara metode PBL dan demonstrasi dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar, (3) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan metode PBL dengan yang diajar dengan metode demonstrasi ditinjau dari motivasi tinggi dan rendah. THE EFFECT OF PROBLEM-BASED LEARNING ON THE LEARNING OUTCOMES SEEN FROM MOTIVATION ON THE SUBJECT MATTER OF PLC IN SMKAbstractThis study aimed to determine: (1) the difference in learning outcomes in the subject of PLC control system programming between the students taught using the PBL method and those taught using the demonstration method, (2) the effect of the interaction among the PBL method and demonstration learning method with motivation on the learning outcomes, (3) difference in students’ learning outcomes between the students taught using the PBL method and those taught using the demonstration learning method in terms of motivation to learn. This study was a quasiexperimental study with a factorial design done by giving treatment in learning methods. The techniques of data analysis were T test and analysis of variance (ANOVA) with SPSS 16. The results show that: (1) there is a difference in learning outcomes between the students taught using the PBL method compared to those taught using the demonstration learning method, (2) there is no interactional effect between PBL and demonstration learning methods with motivation on the students’ learning outcome, (3) there is a difference in the learning outcome between students taught using the PBL method and those taught using the demonstration learning method in terms of students with high and low motivation.

Penerapan model problem-based learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa
Yunin Nurun Nafiah, Wardan Suyanto
2014· Jurnal Pendidikan Vokasi236doi:10.21831/jpv.v4i1.2540

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas X Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dalam pembelajaran Perbaikan dan Setting Ulang PC melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X kompetensi keahlian TKJ. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan instrumen checklist dan tes unjuk kerja. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (a) penerapan model PBL dalam pembelajaran materi perbaikan dan setting ulang PC dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran yaitu sebesar 24,2%, (b) Keterampilan berpikir kritis siswa setelah penerapan PBL yaitu siswa dengan kategori keterampilan berpikir kritis sangat tinggi sebanyak 20 siswa (69%), kategori tinggi sebanyak 7 siswa (24,2%), kategori rendah sebanyak 2 siswa (6,9%) dan kategori sangat rendah yaitu sebanyak 0 siswa (0%), (c) penerapan PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 31,03%, dan (d) Hasil belajar siswa setelah penerapan PBL yakni jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 29 siswa (100%). THE APPLICATION OF THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE THE STUDENTS CRITICAL THINKING SKILLS AND LEARNING OUTCOMESAbstractThis study aims to improve the critical thinking skills and learning outcomes of Grade X students of Network Computer Engineering (NCE) of vocational high schools (VHSs) in the learning of PC repair and re-setting through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model. This was a classroom action research. The study involve Grade X students of the NCE expertise competency as the research subjects. The data were collected through observation with a checklist instrument and a performance test. They were descriptively analyzed. The results of the study show that: (a) the application of the PBL model is capable of improving the students’ critical thinking skills in the learning of PC repair and re-setting at 24.2%,(b) the students’ critical thinking skills in the learning of PC repair and re-setting after the application of the PBL model is categories of critical thinking skills is very high as 20 students (69%), high categories as 7 students (24.2%), low categories as 2 student (6.9%) and very low categories as 0 student (0%), (c) the application of PBL model is capable of improving the the students’ learning outcomes in the learning of PC repair and re-setting at 31.03%, and (d) the students’ learning outcomes after the application of the PBL model namely the number of students who reach the KKM as much as 29 students (100%).

Effect of Variability on Cronbach Alpha Reliability in Research Practice
Muhammad Amirrudin, Khoirunnisa Nasution, Supahar Supahar
2020· Jurnal Matematika Statistika dan Komputasi231doi:10.20956/jmsk.v17i2.11655

This study aims to describe the effects of variability through data simulation to determine which aspect of variability that maximizes coefficient of Cronbach Alpha reliability. Cronbach Alpha is widely used for estimation of reliability, in recent still. This study served a conceptual and practical simulation for estimating the profound aspect of Cronbach Alpha coefficient relating to the variability of the data. This study carried out with data simulated using the rand between method by Microsoft Excel then simulate different categorical data responses to different range of items by manipulating sample size, range, number of items, variance and standard deviation. The results show that number of variance and standard deviation of data had the most profound aspect of Cronbach Alpha's reliability other than range. The increasing number on some aspect shows that standard deviation and variance has the stability to shows the positive correlation with the coefficient of Cronbach Alpha reliability other than range.

PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DI SEKOLAH DASAR
Wuri Wuryandani, Bunyamin Maftuh, ‎‎ Sapriya, Dasim Budimansyah
2014· Jurnal Cakrawala Pendidikan226doi:10.21831/cp.v2i2.2168

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali, mengkaji, dan mendiskripsikan pelaksanaan pen- didikan karakter disiplin di sekolah dasar dan diharapkan dapat ditemukan kebijakan yang mendukung keberhasilan pendidikan karakter. Penelitian ini pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, dengan subjek kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melaksanakan pendidikan karakter disiplin di SD Muhammadiyah Sapen dilakukan melalui sembilan kebijakan, yaitu (1) membuat program pendidikan karakter; (2) menetapkan aturan sekolah dan aturan kelas; (3) melakukan sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur berjamaah; (4) membuat pos afektif di setiap kelas; (5) memantau perilaku kedisiplinan siswa di rumah melalui buku catatan kegiatan harian; (6) memberikan pesan-pesan afektif di berbagai sudut sekolah; (7) melibatkan orang tua; (8) melibatkan komite sekolah; dan (9) menciptakan iklim kelas yang kondusif. Kata Kunci: pendidikan karakter disiplin, sekolah dasar